Mudah Terserap, Anggaran BTT Kabupaten Malang Ditambah Menjadi Rp 30 Miliar

Aug 21, 2021 14:17
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana menambah alokasi anggaran belanja tak terduga (BTT) pada agenda perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2021 ini. Rencana tersebut dikarenakan anggaran BTT dinilai cukup efektif dalam penggunaannya. Terutama dalam penanganan Covid-19. Karena sifat penyerapan anggarannya yang lebih siap pakai. 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mencatat, hingga saat ini anggaran BTT yang dialokasikan sebesar Rp 23 miliar sudah terserap kurang lebih sekitar 70 persen. Bahkan, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menyebut, dibanding anggaran penanganan Covid-19 yang dialokasikan melekat di perangkat daerah.

"BTT kemarin itu dianggarkan Rp 23 miliar. Dan sekarang sudah hampir habis. Karena memang BTT yang laris manis, karena prosedurnya tidak terlalu panjang," ujar Darmadi. 

Sedangkan untuk anggaran penangangan Covid-19 yang lain, Pemerintah Kabupaten Malang sebenarnya juga telah menganggarkan sebesar Rp 124 Miliar. Namun mengingat prosedurnya yang relatif panjang, Darmadi mencatat bahwa serapannya pun juga masih kecil. 

"Karena prosedurnya panjang, dan bentuknya itu kegiatan-kegiatan operasional di Kecamatan maupun yang ada di OPD (Organisas Perangkat Daerah). Sehingga, jika tidak ada kegiatan ya tidak bisa diserap," imbuh Darmadi.

Maka dari itu, mengingat Covid-19 yang juga masih belum dapat diprediksi dengan pasti pergerakannya, penambahan anggaran BTT ini ditempuh sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19. Ia belum bisa menyebutkan secara pasti berapa jumlah penambahannya. Rencananya, ditambah minimal Rp 30 miliar. 

"Rencananya, dalam PAK ini kami akan mengusulkan Rp 30 Miliar. Karena selain Covid-19, di Kabupaten Malang kan juga ada penanganan bencana lain. Makanya kita rencanakan penambahan kemarin," jelasnya. 

Dari laporan dan evaluasi yang ia terima saat ini, penggunaan BTT paling banyak adalah terserap untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan dalam penanganan Covid-19. Selanjutnya adalah terserap untuk kebutuhan operasional seperti operasi yustisi dan beberapa hal lainnya. 

"Itu minimal Rp 30 miliar. Artinya mungkin bisa di atasnya. Maka dari itu memang, Covid-19 juga memang belum bisa diprediksi. Dan kebutuhannya juga terus diperlukan, makanya rencana akan ada penambahan alokasi BTT. Sedangkan nantinya, akan digunakan untuk keperluan kesehatan. Tidak menutup kemungkinan juga bisa untuk bantuan sosial (bansos) jika memang diperlukan" pungkasnya. 

Topik
DarmadiBerita Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru