Kisah Menggugah Ilham, Bocah 10 Tahun Rawat Bapaknya yang Lumpuh Pasca Kecelakaan

Aug 20, 2021 20:27
Kondisi Siswoyo (49) yang terbaring tidak berdaya di atas kasur ketika ditemui MalangTIMES.com di kediamannya, Jumat (20/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kondisi Siswoyo (49) yang terbaring tidak berdaya di atas kasur ketika ditemui MalangTIMES.com di kediamannya, Jumat (20/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sungguh miris melihat kondisi Siswoyo, seorang bapak 49 tahun yang hanya bisa terbaring lemas tidak berdaya di atas kasurnya dengan kondisi lumpuh dan keadaan rumah yang tampak berantakan.

Letak rumah yang berada di Jalan Raya Tlogomas Nomor 83 RT 04/RW 07, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang tersebut berada di dekat pintu Terminal Landungsari.

Dengan pintu berwarna kuning dan kondisi rumah memanjang ke belakang memiliki jalan masuk seperti lorong yang memiliki lebar kurang lebih dua meter. Setelah itu terdapat jendela berwarna kuning terbuka setengah di samping kanan yang memperlihatkan Siswoyo (49) dengan kondisi tubuh terbaring tidak berdaya.

Kemudian juga nampak kondisi rumah yang berantakan. Mulai dari kamar yang digunakan Siswoyo dan kedua anaknya yakni Muhammad Ilham (10) dan Muhammad Rizky (4), hingga dapur yang kondisinya tampak tidak beraturan dan kotor.

Siswoyo pun menjelaskan awal mula peristiwa yang menyebabkan dirinya hanya bisa terbaring lemas tidak berdaya di atas kasur. Yakni bermula ketika dirinya mengalami kecelakaan bersama istrinya yang bernama Sri Mulyati dan kedua anaknya sekitar Bulan Desember 2020 di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

"Waktu itu saya bersama keluarga habis dari Lamongan lewat Batu naik mobil angkutan umum dan di Pujon kecelakaan di jembatan yang meninggal sopir dan istri saya sekitar Desember 2020," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Jumat (20/8/2021).

Pasca kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan istrinya meninggal, Siswoyo yang selamat bersama kedua anaknya merasakan sakit di dada sebelah kanan atau yang dirinya sebut "kecetit".

Setelah merasakan "kecetit" tersebut, sekitar Bulan Januari 2021, pria yang sehari-harinya berjualan layang-layang itu merasakan anggota tubuh yang mulanya hanya dirasa "kecetit" perlahan mulai tidak dapat digerakkan.

"Saya enggak bisa gerak soalnya ada benjolan di dada sebelah kanan mas," tutur Siswoyo dengan rambut yang mulai memanjang dan tampak sesekali batuk serta hanya dapat berbicara dengan suara lirih.

Dengan kondisi lumpuh tersebut, kemudian anak pertama Siswoyo yakni Ilham lah yang kemudian merawatnya beserta adiknya. Namun, layaknya anak kecil pada umumnya, Ilham dan Rizky juga kerap kali bermain dengan teman-teman sebayanya.

Hal itu terkadang yang harus membuat Siswoyo kuat menahan rasa lapar ataupun haus jika kedua anaknya sedang bermain di luar rumah. Siswoyo mengatakan bahwa pernah suatu hari kedua anaknya pergi bermain di luar rumah sejak pagi hingga siang hari.

"Ya saya enggak bisa apa-apa mas pas mereka berdua pergi bermain, kalau pas haus ya enggak bisa minum, pas lapar juga enggak bisa makan. Tapi saya kuat, saya bertahan hidup demi anak-anak," tuturnya.

Tapi terkadang, dirinya bersama kedua anaknya kerap kali menerima bantuan kiriman makanan siap makan dari tetangga sekitar. "Alhamdulillah warga sekitar masih peduli dan memberikan bantuan," katanya.

Sementara itu, Ilham mengatakan bahwa sejak ibunya meninggal dunia dan bapaknya lumpuh, dirinya seorang diri harus berjuang merawat bapak dan adiknya yang masih kecil. Hingga memaksa dirinya harus putus sekolah dan adiknya yang tidak bisa mengenyam bangku Taman Kanak-kanak (TK) karena tidak memiliki biaya.

"Saya kalau sekolah harusnya kelas 4 SD, terus saya putus sekolah karena enggak punya biaya. Akhirnya saya jualan mainan dan nasi kuning buat merawat bapak sama adik," tuturnya dengan lugu.

Anak kecil yang bercita-cita menjadi Polisi ini pun menuturkan bahwa mainan dan nasi kuning yang dijual bukan miliknya. Melainkan dirinya menjualkan milik seorang warga didekat kediamannya.

"Biasanya setelah jualan, uangnya saya kasihkan ke bapak. Ya kadang untuk beli makan atau kebutuhan sehari-hari. Kalau nggak buat beli popok," ujar Ilham yang merupakan pengagum mantan pemain Timnas Indonesia yakni Dendi Santoso.

Selain harus berjualan mainan dan nasi kuning, dirinya pun juga harus menjaga bapaknya. Karena untuk beraktivitas diluar kamar, Ilham membantu bapaknya dengan menggunakan kursi roda. "Kadang kalau bapak mau ke kamar mandi, ya saya yang bantu pakai kursi roda," kata ia yang dengan bangga mengenakan jersey Arema. 

Lebih lanjut, hal itu dirinya lakukan karena juga menjalankan pesan ibunya sebelum meninggal dunia saat kecelakaan di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang tahun lalu. "Jogoen bapak sama adikmu yo le," tutupnya.

Sementara itu, Ketua RT 04 Sampurna Adi Wijaya mengatakan bahwa pada hari Kamis (19/8/2021) Siswoyo sudah diberikan obat untuk meredakan sakit di benjolan pada dada sebelah kanan. "Saat ini kami sedang menunggu dan besok insyaallah rontgen," ungkapnya.

Adi pun menyampaikan bahwa sehari-harinya, selain dirawat oleh Ilham, warga sekitar serta teman dari Siswoyo bernama Aro lah yang bergantian merawat Siswoyo.

"Aro saat ini masih kerja di terminal kalau selanjutnya yang merawat adalah warga atau relawan dari RT ini dan kami memberikan makanan kepada Bapak Siswoyo," pungkasnya.

Topik
bocah rawat bapakbocah 10 tahunbocah tangguhbocah tangguhKota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru