Belanja Tidak Terduga Kota Batu Rencana Ditambah Rp 20 Miliar

Aug 20, 2021 20:16
Penyekatan di simpang tiga Pendem saat PPKM darirat. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Penyekatan di simpang tiga Pendem saat PPKM darirat. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Tahun 2021 masih menyisakan waktu lima bulan. Namun belanja tidak terduga (BTT) Kota Batu tersisa Rp Rp 467 Juta. Karena itu, Pemkot Batu berencana menambah anggaran BTT mencapai Rp 20 Miliar.

Tambahan tersebut jauh lebih tinggi mencapai dua kali lipat. Pasalnya, BTT dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021 sebesar Rp 10,8 Miliar.

Tambahan mencapai Rp 20 Miliar itu akan dimasukkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) mendatang. Melihat kondisi pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

Ditambah kebijakan Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terus diperpanjang, berimbas pada bertambahnya anggaran dalam penanganan ini. “Secara tidak langsung kegiatan seperti ini harus dijalankan,” kata Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

Ia menambahkan, angka Rp 20 Miliar itu dari hasil pembahasan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Contohnya, Dinas Sosial menganggarkan bantuan sosial tunai (BST).

“Untuk BST nanti dianggarkan Rp 900 juta. Bantuan ini diberikan kepada warga yang benar-benar terdampak khususnya pandemi selama PPKM darurat, tapi yang belum dapat,” imbuhnya, Jumat (20/8/2021).

Sedang anggaran BTT sebelumnya telah digunakan pada penanganan daerah rawan longsor di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Di mana anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan hunian sementara (huntara) berasal dari BTT dan menelan anggaran sebesar Rp 800 juta.

Kemudian BTT juga terserap untuk Dinas Kesehatan Kota Batu. Diantaranya diperuntukan untuk Tracing, Testing dan Treatment (3T) yang totalnya mencapai Rp 3,7 Miliar. Lalu Satpol PP Kota Batu, diperuntukan untuk mobilitas PPKM sebesar Rp 295 juta.

Lalu selama PPKM darurat lanjut Punjul, BTT dikeluarkan juga untuk kebutuhan tim pemulasaraan jenazah Covid-19 sebesar Rp 757.500.000 untuk 75 lubang. “Seperti peti pemulasaraan jenazah dianggarkan untuk 75 set. Satu setnya itu Rp 2.650.00 berarti totalnya sudah Rp 198.750.000,” ujar pria yang juga ketua DPC PDIP Kota Batu ini.

Topik
pengadaan oksigenKota BatuPenanganan Covid 19Wakil Wali Kota BatuPunjul Santoso
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru