PT KAI Sebut Pencuri Rel Kereta Api Adalah Karyawan Outsourcing

Aug 20, 2021 17:13
Manager Pengamanan Objektif Vital dan Aset, Safriadi (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Manager Pengamanan Objektif Vital dan Aset, Safriadi (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - PT KAI Daop 8 Surabaya melalui Manager Pengamanan Objektif Vital dan Aset, Safriadi mengaku bahwa pihaknya mengetahui adanya dugaan pencurian rel kereta api sebanyak 15 kali.

Pelaku pun berhasil diamankan oleh Polsek Kepanjen Polres Malang. Tersangka dua orang yang diduga telah mencuri rel kereta api di areal Kebun Sengon, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang merupakan karyawan outsourcing yang telah bekerja cukup lama di PT KAI Daop 8 Surabaya.

Keduanya mengetahui titik lengah dimana Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) tidak melakukan patroli. “Dari keterangan tersangka, ini aksi mereka yang ke 15 kali. Jadi mereka ini adalah oknum PT KAI, petugas outsourcing yang sudah bekerja cukup lama di PT KAI Daop 8 Surabaya,” kata Safriadi.

“Modusnya, mereka ini pelaku tandem, satu mengawasi, satu lagi yang eksekusi di lapangan,” imbuhnya.

Tak cukup sampai di situ, ketika Polsuska berhasil menemukan keduanya sedang memotong besi baja rel kereta api, selanjutnya PT KAI Daop 8 Surabaya menginterogasi untuk mengetahui siapa dalang dari kasus pencurian tersebut. Dan sementara diketahui informasi ada keterlibatan karyawan PT KAI.

“Menurut pengakuan pelaku ini ada keterlibatan oknum petugas PT KAI Indonesia. Memang yang tertangkap ini barang buktinya ini, tapi sebelumnya itu sudah dijual dengan keuntungan Rp 4 juta sampai Rp 10 juta per sekali aksi,” ungkap Safriadi.

Safriadi menambahkan bahwa pencurian rel kereta api itu diketahui TKP nya mulai Stasiun Kotalama hingga Kepanjen. “Untuk lokusnya berganti-ganti, karena mereka juga memantau petugas patroli,” kata dia.

Dari kejadian itu, Safriadi mengaku bahwa PT KAI menelan kerugian hingga ratusan juta. Karena rel kereta api yang dicuri tersebut merupakan rel cadangan yang disiapkan untuk membenahi kerusakan rel.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono mengaku bahwa dua tersangka pencurian rel kereta api itu diancam dengan pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. “Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tegas Bagoes.

Topik
bagoes Wibisonopencuri reltotok prio kismanto
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru