Dua Orang Pencuri Rel Kereta Api Dibekuk Polisi

Aug 20, 2021 15:57
Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono (paling kiri) saat menanyai dua tersangka pencuri rel kereta api (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono (paling kiri) saat menanyai dua tersangka pencuri rel kereta api (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) PT KAI Daop 8 Surabaya berhasil menghentikan praktik pencurian rel kereta api cadangan. Kini, dua tersangka yang tertangkap diserahkan ke Polsek Kepanjen Polres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono dalam rilis yang digelar bersama PT KAI Daop 8 Surabaya mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan kepada dua orang tersangka yang diduga telah melakukan pencurian besi baja rel kereta api cadangan. Dua tersangka itu tertangkap basah ketika petugas Polsuska melakukan patroli.

“Petugas Polsuska melakukan patroli. Di situ mereka menemukan dua orang yang melakukan pemotongan rel kereta api (sepanjang) 1,5 meter. Setelah ditemukan mereka langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Kepanjen,” ungkap Bagoes, Jum'at (20/8/2021).

Dari hasil olah TKP, Polsuska menemukan barang bukti beserta kelengkapan untuk mencuri di areal Kebun Sengon, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Di situ, barang bukti sebanyak 10 batang besi baja rel kereta api cadangan siap untuk dibawa.

“Ada juga satu kendaraan pikap, tabung gas dan alat las yang digunakan untuk melancarkan aksi pencurian itu,” kata Bagoes.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mendapatkan keterangan bahwa terduga pelaku FP dan MA telah bekerjasama untuk melakukan pencurian rel kereta api cadangan itu. Bahkan diduga ada oknum karyawan PT KAI Daop 8 Surabaya yang terlibat dalam kasus tersebut.

“FP dan MA, mereka bekerjasama melakukan pencurian rel kereta. Jadi juga ada keterlibatan oknum dari PT KAI. Sementara saat ini kami masih mengamankan dua orang, dan kami masih melakukan penyelidikan,” terang Bagoes.

Sementara itu, dua tersangka yakni FP dan MA mengaku bahwa keterlibatan mereka dalam kasus pencurian itu merupakan yang pertama kalinya. “Ini inisiatif (kami) berdua,” ucap MA.

Disinggung mengenai bagaimana cara memotong besi baja tersebut, FP mengaku memiliki keahlian dalam menggunakan alat las, termasuk memotong besi baja yang keras.

“Dulu saya bisa motong pakai mesin las. Dan di masa pandemi ini kereta yang jalan cuma 3 atau 4, jadi tahu (kalau jarang ada patroli),” imbuh FP.

Topik
pencurian rel kamuhammad faruq asroripolsek Kepanjen
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru