Kecelakaan Air di Waduk Selorejo Kembali Terjadi, Kakek 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Aug 20, 2021 15:23
Suasana di waduk Selorejo. (Foto: istimewa)
Suasana di waduk Selorejo. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kecelakaan air kembali terjadi di kawasan Waduk Selorejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Kali ini nasib nahas menimpa Kusdiono (65) warga RT 10 RW 3, Dusun Sidorejo, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jumat (20/8/2021).

Kusdiono ditemukan tidak bernyawa saat sedang melakukan rutinitasnya mencari ikan di Waduk Selorejo. Mulanya korban sekitar pukul 04.15 WIB mulai melakukan rutinitas seperti biasanya menjaring ikan di bendungan tersebut.

Kemudian saat korban hendak memasang jaring ikan dan belum selesai, didapati korban terjatuh. “Tapi warga sekitar mencurigai karena korban kok tidak ada di atas perahunya. Kami menduga korban tenggelam saat memasang jaring,” ucap salah satu warga, Yanto.

Kemudian warga menginformasi kejadian tersebut kepada Polsek Ngantang. “Karena kami menduga korban tenggelam. Kami langsung melaporkan ke petugas Polsek Ngantang,” ujarnya.

Hanya saja petugas dari Polsek Ngantang, Babhinkamtibmas Ngantang, Babinsa Ngantang, PPMR Rescue Mako 2 Pujon dan warga sekitar, sempat kesulitan mencari tubuh korban. Akhirnya para petugas pun bisa menemukan jenazah korban yang tidak lagi bernyawa. 

“Korban telah diketemukan sekitar pukul 13.15 WIB oleh warga dan gabungan Timsar dari Kota Malang,” ucap Kapolsek Ngantang Iptu Hanis Siswanto.

Ia menambahkan, jenazah korban ditemukan dengan dengan cara menggunakan jangkar. Selanjutnya korban dibawa ke pukesmas dan ke rumah korban di  Desa Molyorejo, Kecamatan Ngatang.

“Korban ditemukan dengan di jangkar. Lalu dibawa ke puskesmas langsung ke rumah korban,” ujarnya sambil menegaskan bagi warga yang hendak mencari ikan di kawasan tersebut diminta untuk berhati-hati.

Topik
Waduk SelorejoOrang Tenggelamberita peristiwa
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru