Terus Dipukuli Taliban, Sejumlah Ibu Lempar Bayinya ke Tentara Asing di Bandara

Aug 20, 2021 13:08
Ilustrasi (Foto: United Nations)
Ilustrasi (Foto: United Nations)

INDONESIATIMES - Sejumlah ibu di Afghanistan menyerahkan bayi mereka ke tentara negara-negara asing yang berjaga. Mereka rela memanjat tembok bandara demi menyelamatkan nyawa sang anak. 

Pasalnya, mereka takut karena Taliban terus memukuli mereka saat berupaya kabur dari Afghanistan. Pemandangan itu juga masih melekat jelas di benak para tentara Inggris yang bertugas di negara itu. Mereka bahkan mengaku tak kuasa menahan tangis saat mengingat kejadian-kejadian tersebut.

"Para ibu itu putus asa. Mereka dipukuli Taliban. Mereka berteriak, 'selamatkan bayi saya,' dan melemparkan bayi mereka ke arah kami. Beberapa bayi jatuh ke kawat berduri," ujar salah 1 tentara Inggris dikutip dari The Independent.

Tentara itu kemudian berkata, "Yang terjadi sangat memilukan. Pada malam hari, tak ada satu pun orang di antara kami yang tak menangis."

Menurut para tentara Inggris, pemandangan seperti itu sudah menjadi hal biasa di sekitar bandara. Salah 1 lokasi paling panas yakni di sekitar Hotel Baron, di mana Inggris membuka posko bagi warga Afghanistan yang meminta bantuan evakuasi.

Sejumlah negara lain, seperti Amerika Serikat (AS), juga membuka posko penampungan warga Afghanistan yang meminta bantuan di sekitar area hotel itu. Sementara, di sepanjang jalan dari posko-posko menuju bandara, para anggota Taliban berjaga sambil menenteng senapan AK-47. 

Mereka memastikan semua warga yang lewat sudah memiliki persyaratan lengkap. Di sanalah pemukulan sering terjadi.

Kadang kala, para anggota Taliban juga melempar tatapan bengis ke arah tentara Inggris. Namun, menurut salah 1 tentara Inggris, tak ada insiden berarti antara mereka dengan Taliban.

Sebagai informasi, peristiwa pemukulan warga Afghanistan ini juga sampai ke telinga pemerintah AS. Penasihat Keamanan Gedung Putih Jake Sullivan mengaku akan mengontak Taliban, karena kelompok itu sudah berjanji akan menjaga keamanan para warganya yang mau dievakuasi.

"Kami memantau ketat semuanya dan sangat fokus agar Taliban benar-benar memegang janjinya," ucap Sullivan.

Selain itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengeluarkan ancaman jika Taliban sampai tidak memenuhi janjinya.

"Konsekuensinya adalah penggunaan kekuatan militer AS. Kami sudah menegaskan itu," katanya.

Kendati demikian, mantan pejabat Kementerian Luar Negeri AS Rina Amiri menganggap Negeri Paman Sam tak cukup berupaya untuk menjamin keselamatan warga Afghanistan, terutama bagi kaum perempuan.

"Tempat paling berbahaya di Afghanistan saat ini adalah bandara Kabul. Sangat menjengkelkan AS dan komunitas internasional menempatkan para perempuan di posisi harus membahayakan tak hanya nyawa mereka, tapi juga anak-anak dan keluarganya demi menyelamatkan diri," tutur Amiri.

Topik
pemerintah talibankisah para ibu di afghanistanpusaka tombak kyai upas
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru