Update Kasus Kekerasan Seksual SPI Kota Batu, Komnas PA dan 32 LPA Desak Polda Jatim Tangkap dan Tahan JEP

Aug 20, 2021 09:14
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat bersama dua korban di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat bersama dua korban di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

BATUTIMES - Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) meminta Polda Jawa Timur agar secepatnya melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Julianto Eka Putra (JEP) pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), setelah ditetapkannya menjadi tersangka.

Desakan dan permintaan itu diminta lantaran JEP tidak memenuhi panggilan Polda Jatim setelah ditetapkan menjadi tersangka pada Kamis (5/8/2021). Sedangkan pemeriksaan harus dilakukan bersama dua saksi pada Jumat (6/8/2021).

“Ketidakhadiran JEP setelah dijadikam tersangka tidak memenuhi panggilan Penyidik Polda (Unit Renakta Polda Jatim-red) merupakan ‘pembangkangan hukum’,” kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait.

Ia menambahkan, dengan mangkirnya JEP sudah dapat dipanggil dan dijemput paksa untuk dimintai keterangan. “Dengan demikian pemilik SPI sudah dapat ditangkap dan ditahan, kemudian berkas berikut barang buktinya diserahkan kepada Kejaksaan Negeri selaku penuntut umum (JPU),” tambahnya.

Desakan itu dilakukan, disertai dengan 32 surat dari LPA. Ya surat itu dilayangkan kepada Kappolda Jatim untuk segera menindaklanjuti langkah Direskrimum yang telah menetapkan JEP dalam gelar kasus sebagai tersangka.

“Saya percaya melalui dedikasi Pak Kapolda terhadap penegakan hukum untuk kasus JE dan permintaan masyarakat yang diwakili puluhan LPA se-Nusantara ini, JE segera bisa dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” ujar Arist.

Sedang, JEP ditetapkan  sebagai tersangka atas dugaan kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan eksploitasi ekonomi oleh Polda Jatim. Sebelumnya, Komnas PA melaporkan dugaan kasus tersebut pada akhir Mei.

Kemudian penyidikan hingga gelar perkara dilakukan  selama 67 hari oleh Polda Jatim sebelum menetapkan Julianto sebagai tersangka. Julianto dilaporkan karena 14 pelapor mengaku menerima perlakuan yang tidak mengenakkan saat berada di SPI Kota Batu.

Julianto melakukan aksi seperti kekerasan seksual kepada pelapor bukan hanya di sekolah, tetapi juga di luar negeri hingga di rumah pribadi.

Topik
Keistimewaan jin dan setankasus gratifikasi edi rumpokoPelecehan seksualpelecehan seksual spi kota batuPolda Jatimkomnas perlindungan anak
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru