Masa Sanksi Camat Pujon Non Aktif Diperpanjang Hingga 30 Hari ke Depan

Aug 19, 2021 15:20
Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sanksi bagi Camat Pujon Ahmad Taufiq non aktif diperpanjang hingga 30 hari ke depan. Perpanjangan masa sanksi tersebut setelah yang bersangkutan menjalani sanksi 30 hari pertama sejak 14 Juli 2021. Dengan begitu, masa hukuman yang bersangkutan akan berakhir kurang lebih pada 14 September 2021 mendatang. 

Taufiq sendiri diberi sanksi karena terkesan kecolongan hingga terselenggaranya event di Desa Ngabab, yang menimbulkan kerumunan di tengah masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. Meskipun sebenarnya, menurut Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti, Kecamatan Pujon mengetahui adanya rencana kegiatan bersih desa di 4 lokasi Kecamatan Pujon. 

"Yang di Pujon ini Kecamatan tahu. Saat itu kan ada 4 desa yang mengajukan untuk melaksanakan bersih desa. Meskipun di tanggal yang berbeda tapi di pekan itu. Tercatat ada tiga desa yang sampai saat ini menunda. Bahkan ada yang menyatakan secara tertulis. Nah yang di Desa Ngabab ini tetap terjadi (digelar)," ujar Tridiyah ditemui Kamis (19/8/2021). 

Maka dari itu, Tridiyah menyebut bahwa A. Taufiq yang saat itu masih aktif sebagai Camat Pujon harus bertanggung jawab. Sebab dia juga bertindak sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Pujon.

Sedangkan selanjutnya, ia masih belum dapat memastikan bagaimana Achmad Taufiq setelah masa sanksinya habis. Artinya, yang bersangkutan masih akan terus dievaluasi. Sebab menurut Tridiyah, posisi Camat bukanlah Jabatan Tinggi Pratama (JTP), saat aktif sebagai Camat, Ahcmad Taufiq tetap menjadi sosok publik figur di Kecamatan Pujon. 

"Yang jelas masa sanksi pertama sudah habis, dan setahu saya juga sudah diperpanjang. Karena kemarin sudah dirapatkan, nah selama setelah sebulan ke depan tergantung bagaimana nanti keputusannya. Karena bagaimanapun meski Camat bukan JTP, tetap dia menjadi publik figur di wilayah. Tentu keputusannya ada PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian)," terangnya.

Tridiyah menjelaskan, nantinya berdasarkan evaluasi selanjutnya, tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan bisa kembali ke jabatannya, setelah masa sanksinya habis. Sementara hingga saat ini dirinya juga masih aktif berdinas sebagai staf di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang

"Yang jelas dia bukan non job. Dia itu non aktif. Haknya masih diterima secara penuh. Jadi nanti akan dievaluasi, bisa jadi yang bersangkutan kembali ke jabatannya. Atau mungkin bisa saja ada pergeseran, meskipun di jabatan yang sama," pungkasnya. 

Topik
sanksi kerumumancamat pujonppkm kabupaten malangKabupaten Malangkerumunan pujonkerumunan pujon
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru