Kota Malang Targetkan 1.515 Ibu Hamil Jalani Vaksinasi Covid-19

Aug 19, 2021 13:12
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif saat melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada salah satu ibu hamil di Kota Malang, Kamis (19/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif saat melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada salah satu ibu hamil di Kota Malang, Kamis (19/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Upaya pemerintah untuk memperluas sasaran vaksin Covid-19 terus dilakukan. Setelah diperbolehkan pemberian vaksin kepada anak-anak usia 12-17 tahun, pemerintah juga memberikan lampu hijau pemberian vaksin Covid-19 khusus bagi ibu hamil.

Terlebih, kondisi ibu hamil memiliki risiko yang rentan terpapar virus. Hal inilah yang menjadikan perhatian khusus di masa pandemi Covid-19 ini. Karena itu, pemberian vaksinasi bagi ibu hamil tengah diutamakan.

Kendati demikian, tidak semua ibu hamil bisa mengikuti program vaksinasi Covid-19. Di Kota Malang, setidaknya tercatat sebanyak 1.515 ibu hamil ditargetkan mendapatkan suntik vaksin. Data tersebut, merupakan yang telah memenuhi syarat untuk bisa divaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan, jumlah yang ditargetkan mendapat vaksinasi Covid-19 tersebut merupakan ibu hamil yang telah memasuki usia kandungan 13 hingga 33 minggu.

"Ada 1.515 menurut data. Yakni, dengan umur kehamilan 13 sampai 33 minggu," ujarnya, ditemui di sela giatnya hari ini (Kamis, 19/8/2021).

Adapun, pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil bisa dilakukan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di masing-masing wilayah. Selain usia kehamilan, dikatakan Husnul, ibu hamil yang akan menerima vaksin Covid-19 harus lolos skrining kesehatan.

"Masing-masing ibu hamil yang berada di wilayah puskesmas itu nanti bisa melaksanakan vaksinasi di wilayah puskesmas sesuai umur kehamilan, dan  lolos dari skrining," jelasnya.

Adapun, skrining kesehatan yang harus dilalui, di antaranya, tidak memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Jika lebih dari itu, ibu hamil tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dan dirujuk ke RS.

Ibu hamil yang memiliki gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan pandangan kabur juga akan ditinjau ulang untuk menerima vaksinasi dan dirujuk ke RS.

Kemudian, jika mempunyai penyakit bawaan seperti jantung, asma, DM (Diabetes Militus), penyakit paru, HIV, hipertiroid, ginjal kronik, dan penyakit hati harus dalam kondisi terkontrol.

Jika mengidap penyakit autoimun harus dalam kondisi terkontrol dan dapat persetujuan dokter. Serta, jika memiliki riwayat alergi berat harus mendapatkan pemantauan khusus, apalagi setelah mendapatkan vaksinasi untuk mengantisipasi munculnya efek samping.

Lebih jauh, Husnul mengatakan, terkait pelaksanaan vaksinasi ibu hamil di masing-masing puskesmas bergantung dari jatah dosis vaksin yang tersedia. Begitu juga berkaitan dengan jadwal harus divaksinasi, harus menyesuaikan kondisi di wilayah setempat. Hal ini juga untuk menghindari penumpukan antrean vaksin.

"Sementara ini vaksin untuk ibu hamil insya allah tersedia tapi tidak banyak. sehingga nanti teman-teman puskesmas sudah bisa mengagendakan, karena saat ini di puskesmas tengah vaksin dosis 2 untuk Sinovac dan AstraZaneca, sehingga jadwalnya agar tidak tumpuk," pungkasnya.

Untuk diketahui, vaksinasi Covid-19 ibu hamil telah dilangsungkan serentak di tanah air hari ini. Di Kota Malang, sudah dilakukan kepada 60 ibu hamil yang divaksin di RS Universitas Brawijaya.

Topik
VaksinasiVaksinasi Covid 19ibu hamilsurat edaran vaksinasi ibu hamilKota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru