Sanusi Klaim 90% Pasien Isoman yang Layak Sudah Dipindah ke Isoter

Aug 18, 2021 17:42
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Wabup Malang Didik Gatot Subroto, Dandim 0818 Letkol Inf. Yusub Doddy Sandra, Kapolsek Kepanjen Kompol Yatmo dan Camat Kepanjen Eko Margianto saat meninjau kondisi tempat isolasi di Rusunawa Kepanjen. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Wabup Malang Didik Gatot Subroto, Dandim 0818 Letkol Inf. Yusub Doddy Sandra, Kapolsek Kepanjen Kompol Yatmo dan Camat Kepanjen Eko Margianto saat meninjau kondisi tempat isolasi di Rusunawa Kepanjen. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

MALANGTIMES - Bupati Malang, HM. Sanusi mengklaim bahwa saat ini sudah sebesar 90 persen masyarakat yang isolasi mandiri (isoman) sudah berada di tempat isolasi terpusat (isoter). Terutama bagi warga isoman yang benar-benar memungkinkan untuk dibawa ke isoter. 

Sanusi tidak dapat menyebutkan secara pasti berapa jumlahnya. Namun, menurutnya secara umum ada sekitar 50 persen masyarakat yang isoman akan dimungkinkan dapat dipindah untuk menjalani isolasi di isoter. 

Dirinya menargetkan bahwa pasien isoman dapat dipindah ke isoter 100 persen dalam minggu ini. Menurut Sanusi hal itu juga telah mengacu pada arahan Pemerintah Pusat. Yakni 50 persen warga yang isoman bisa dipindah ke Isoter. 

"Seratus persen lah, minggu ini sudah rampung semua dibawa ke Isoter. Sedangkan 50 persennya kan memang ada kelainan. Seperti komorbid, ibu menyusui dan ibu hamil. Sedangkan kalau yang tidak punya kelainan, 100 persen minggu ini sudah masuk. Jadi nanti mungkin sekitar 500 an (pasien)," ujar Sanusi saat ditemui di tempat isolasi Rusunawa Kepanjen, Rabu (18/8/2021). 

Sementara itu, Sanusi memastikan bahwa pasien isoman yang tidak memungkinkan untuk dibawa dan dirawat ke tempat isoter akan diberikan perawatan khusus melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Bahkan, juga akan mendapatkan perawatan secara telemedicine.

"Yang memungkinkan tidak dirawat di rumah sakit ya gak ke rumah sakit. Tapi yang kondisinya harus dibawa ke rumah sakit, ya kita rujuk ke rumah sakit," imbuh Sanusi. Selain itu, ia menyebut bahwa warga yang dirawat di Isoter akan mendapatkan uang saku sebesar Rp 100 ribu.

Sedangkan bagi anggota keluarga yang menjadi tulang punggung dan harus dibawa ke Isoter, Sanusi mengatakan bahwa anggota keluarganya yang ada di rumah akan dikirimi sembako untuk memenuhi kebutuhannya. Baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ataupun dari pihak-pihak yang berdonasi. 

Sebagai informasi, berdasarkan catatan dari Dinkes Kabupaten Malang, saat ini ada sebanyak 1.074 masyarakat Kabupaten Malang yang menjalani isoman.

Topik
Bansos di Kabupaten Malangcovid 19 kabupaten malangBUPATI MALANG
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru