146 Warga Isoman Kepanjen Masih Dikategorikan Sebelum Geser ke Isoter

Aug 18, 2021 14:26
Salah satu pasien Covid-19 OTG yang sedang berada di isoter Desa Jatorejoyoso Kepanjen saat mengambil makan siang yang sudah disediakan petugas.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Salah satu pasien Covid-19 OTG yang sedang berada di isoter Desa Jatorejoyoso Kepanjen saat mengambil makan siang yang sudah disediakan petugas.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sebanyak 146 orang warga Kepanjen, Kabupaten Malang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Sementara saat ini, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Kepanjen sedang fokus melakukan kategorisasi warga yang isoman agar dapat dipindah di isolasi terpadu (isoter)

Dari pantauan di lapangan, warga yang menjalani isolasi di isoter terlihat dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja ada protokol kesehatan (prokes) yang harus dijalankan. Untuk kebutuhan makan, warga tersebut mendapatkan tiga kali dalam sehari. Namun, bagi yang ingin memasak, juga telah disediakan dapur. 

Camat Kepanjen Eko Margianto menjelaskan, secara umum pasien Covid-19 yang bisa dipindah ke tempat isoter adalah pasien dengan gejala ringan dan yang termasuk orang tanpa gejala (OTG). Sementara beberapa hal yang menjadi pertimbangan pasien Covid-19 yang isoman tidak dapat dipindah ke isoter adalah lanjut usia (lansia), anak-anak, ibu menyusui dan ibu hamil, pasien dengan komorbid dan beberapa lainnya. 

"Kalau secara umum, pasien isoman yang bisa dibawa ke isoter ini adalah pasien yang bisa mandiri. OTG atau ODG (Orang Dengan Gejala) ringan," ujar Eko ditemui di lokasi isoter di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Rabu (18/8/2021).

Sementara itu, berdasarkan catatannya, saat ini di Kecamatan Kepanjen ada sebanyak 146 orang. Dengan rincian 22 OTG dan 124 ODG. 146 orang tersebut saat ini sedang dalam proses pemilahan. Sebelum nantinya diputuskan apakah akan ditempatkan di isoter, rumah sakit atau tetap diperbolehkan isoman.

"Dari 146 ini masih kita lakukan pendataan. Kira-kira yang bisa digeser ke isoter atau rusunawa itu berapa. Karena dari 146 orang itu kondisi sosialnya macam-macam. Ada yang ibu menyusui, ibu hamil, anak-anak, lansia dan ada yang kondisi sakit. Ini tidak bisa serta merta digeser ke isoter," terang Eko. 

Menurut Eko, hal itu itu juga telah berdasarkan kajian teknis kesehatan. Untuk itu, dirinya belum dapat memastikan berapa orang yang akan dipindah ke isoter. Sebab hingga saat ini pihaknya juga masih melakukan pendataan dengan pihak Puskesmas. 

"Dari kajian kesehatan, mereka ini memiliki kebutuhan khusus. Misalnya ibu menyusui kalau di isoter berisiko bayinya. Kalau ibu hamil juga misal sewaktu-waktu melahirkan, sedangkan kalau lansia juga harus butuh pendamping," pungkasnya. 

Sementara itu, sebagai informasi tempat isoter di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen juga telah dilengkapi beragam fasilitas. Mulai dari jaringan internet, TV di masing-masing ruangan, kipas angin, 50 tempat tidur, mesin cuci bahkan fasilitas karaoke. 

Sedangkan hingga saat ini baru 6 orang yang berada di isoter Desa Jatirejoyoso. Sementara itu, catatan Kecamatan Kepanjen sudah ada 24 orang yang sudah pernah isolasi di isoter. Dengan rincian 17 orang sembuh, 1 orang dirujuk ke RS karena muncul gejala. 

Topik
fasilitas isoterbansos 2022Camat Kepanjen
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru