Pernyataan SBY soal Penanganan Covid Dinilai Puji Pemerintah, Berbanding Terbalik dari Demokrat

Aug 18, 2021 11:27
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Suara.com)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: Suara.com)

INDONESIATIMES - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyebut pemerintah telah gigih dalam menangani pandemi Covid-19. Sikap SBY itu, lantas dinilai semakin memperjelas Partai Demokrat tak konsisten sebagai oposisi dan memainkan politik 2 kaki.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut, bahwa pernyataan SBY secara tidak langsung memuji upaya pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dalam melawan Covid-19. Hal itu tentu berbeda dengan kader Partai Demokrat (PD) yang senantiasa selama ini memberi kritikan.

"Secara tidak langsung bentuk pujian SBY terhadap pemerintah dalam penanganan pandemi. Sementara kadernya bilang pemerintah gagal total," ujar Adi.

Adi juga mengatakan, pernyataan SBY itu justru menggugurkan kritikan yang disampaikan oleh elite Partai Demokrat selama ini. Ia menyebut PD senantiasa mengkritik penanganan pandemi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Pernyataan SBY seakan-akan menggugurkan semua kritikan kader Demokrat selama ini, yang hampir tiap hari mengkritik, mem-bully dan menghujat kebijakan politik pemerintah terkait penanganan pandemi," katanya.

"Coba bayangkan berbulan-bulan mengkritik soal pandemi tapi pernyataan SBY yang menyatakan pandemi ini sudah maksimal dilakukan pemerintah seakan-akan sudah mengubur semua kritik itu," lanjut Adi.

Menurutnya, meski SBY menyampaikan pendapatnya di acara resmi kenegaraan, tidak salahnya mengkritik pemerintah seperti yang dilakukan selama ini oleh Partai Demokrat.

Lebih lanjut, cara berpolitik Partai Demokrat, kata Adi, serba tanggung. Lantaran, partai berlambang Mercy itu kadang galak sebagai oposisi, namun pada saat yang sama juga memberi pujian kepada pemerintah Jokowi.

"Ini yang kemudian membuat repot antara elite dan kader-kader dan aktivis di bawah-bawah kan," lanjut Adi.

Ia lantas menyebut apa yang terjadi pada SBY dan elite Demokrat itu menjadi bukti yang cukup konkrit. Di satu sisi SBY harus menampakkan dirinya sebagai negarawan, bagaimana pun juga SBY adalah mantan Presiden 2 periode. 

Namun saat bersamaan para kader Demokrat tak bisa menahan diri untuk terus-menerus menyerang pemerintah. Adi menilai sejak awal Partai Demokrat sulit memposisikan diri terhadap pemerintah. Sehingga Demokrat sering bermain politik 2 kaki.

Seperti diketahui, SBY sempat memberikan pidato kenegaraan dalam perayaan HUT ke-76 RI pada Selasa (17/8/2021). 

"Kita tahu Pemerintah telah berupaya dengan gigih untuk mengatasi krisis ini, namun kerja belum selesai," ucap SBY. 

Ia menekankan bahwa Pemerintah dan masyarakat masih harus melanjutkan upayanya, bahu-membahu menangani pandemi Covid-19. 

"Pemerintah dan masyarakat masih harus melanjutkan upayanya. Rakyat patuh dan menjalankan kebijakan Pemerintah, Pemerintah mendengarkan suara rakyat dan memenuhi harapan-harapannya," tandasnya.

Saat Ibas-AHY Kritik Pemerintah soal Pandemi

Beberapa saat lalu Partai Demokrat senantiasa mengkritik penanganan pandemi di Indonesia. Awalnya Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhono (Ibas) yang bersuara.

Ibas mempertanyakan soal kemampuan pemerintah dalam menghadapi pandemi. Ia tidak ingin Indonesia menjadi bangsa gagal dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Begini ya, COVID-19 makin 'mengganas'. Keluarga kita, sahabat kita, dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?" kata Ibas dalam keterangan tertulis yang dibagikan Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra, Rabu (7/7/2021) lalu.

"Jangan sampai negara kita disebut sebagai 'failed nation' atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," sambungnya.

Tak lama kritikan juga disampaikan oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait kondisi ekonomi RI. AHY menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak ideal. 
AHY mempertanyakan mampukah RI menangani pandemi.

"Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, bukan di mana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari COVID?" kata AHY dalam keterangan tertulis.

SBY kemudian juga berkomentar soal pandemi Covid-19 melalui akun Twitternya. Ia berharap Tuhan membimbing pemerintah dan masyarakat melewati ujian ini.

"Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin," tulis SBY dalam akun Twitter-nya pada Rabu (28/7/2021).

Topik
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)SBYPartai Demokrat
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru