Kian Longgar, Perpanjangan PPKM Level 4 Kota Malang Bolehkan Makan di Tempat Maksimal 30 Menit

Aug 17, 2021 15:48
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang bakal berlangsung hingga 23 Agustus 2021 mendatang mulai ada kelonggaran aturan.

Begitu pula, yang bakal dilakukan di wilayah Kota Malang. Selama PPKM Level 4 berlangsung, kelonggaran pembatasan aktivitas di tempat umum mulai ada peningkatan. Salah satunya, batas waktu makan di tempat yang semula diberi waktu 20 menit, kini berubah menjadi 30 menit.

Hal itu tercantum dalam Surat Edaran (SE) No. 49 tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 dan Penguatan Posko PPKM Mikro tingkat RT/RW yang ditandatangani Wali Kota Malang. Aturan tersebut mengacu pada Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Meski ada kelonggaran, dalam isi SE tersebut tetap mengatur pembatasan lainnya. Di mana, untuk kegiatan makan dan minum di tempat umum seperti warung makan, warteg, pedagang kaki lima (PKL), lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan untuk dibuka dengan protokol kesehatan ketat.

Jumlah, pengunjung tetap dibatasi maksimal 3 orang di masing-masing tempat termasuk penyediaan kursi. Hingga jam operasional yang tetap dibatasi mulai pukul 06.00 - 20.00.

"Ada kelonggaran, waktu makan tiap pengunjung di tempat makan jadi 30 menit," ujar Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa (17/8/2021).

Namun, penerapan diperbolehkannya makan ditempat ini tidak berlaku bagi restoran, rumah makan, cafe, dengam lokasi yang berada di gedung tertutup, ataupun yang berada di area Mal. Terlebih, Mal atau pusat perbelanjaan masih belum diizinkan untuk beroperasional sementara waktu.

"Mal masih tutup, bagi tenant makanan dan minuman hanya boleh menerima delivery atau take away, tidak boleh dine-in," jelasnya.

Sementara, berkaitan dengan kegiatan di pasar rakyat, khusus untuk penjualan barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen pengunjung dan hanya boleh beroperasional hingga pukul 15.00 saja.

Selain itu, berkaitan dengan tempat ibadah diimbau tidak mengadakan kegiatan peribadatan, hingga fasilitas umum termasuk destinasi wisata sementara ditutup.

Di samping itu, penguatan PPKM Mikro tingkat RT/RW masih sama dengan aturan sebelumnya. Selain, membentuk relawan di masing-masing wilayah juga mengatur pembatasan aktivitas keluar masuk wilayah hingga pukul 20.00 dengan melaksanakan penutupan portal, penjagaan bergilir batas wilayah RT.

Tetapi, pengecualian bagi yang sakit atau memiliki keperluan membeli obat. Hingga, melaksanalan cek point atau pos pantau di masing-masing wilayah RT untuk membatasi keluar masuk orang. Kemudian, penerapan 3T (Testing, tracing dan treatment di masing-masing wilayah.

"Jadi, kalau tidak berkepentingan yang urgent di rumah saja," pungkasnya.

Topik
Walikota Malangidul adha sumenepkualitas berassantren kota blitar
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru