Pasien Covid-19 Masih Tinggi, RS Rujukan Kota Malang Tambah Ruang Isolasi

Aug 17, 2021 11:24
Potret ruang khusus pasien covid-19 Persada Hospital. (Foto: Istimewa).
Potret ruang khusus pasien covid-19 Persada Hospital. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Upaya untuk terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi warga yang terpapar covid-19 terus dilakukan berbagai pihak. 

Seiring dengan tercatatnya penambahan kasus saat ini, Kota Malang juga menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien. Persada Hospital, misalnya, menjadi salah satu rumah sakit rujukan covid-19 yang juga melakukan penambahan kapasitas ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif. Tempat tersebut terpisah dari pelayanan pasien umum lainnya.

Direktur Persada Hospital Sigit Riyarto mengatakan, dengan bangunan ruang isolasi baru ini, seluruh perawatan pasien covid-19 akan lebih terpusat. Sebab, selama ini ruang perawatan pasien covid-19 masih berada di dalam gedung utama.

Sebelumnya, ruang perawatan covid-19 berkapasitas 40 bed dan kini kondisinya sedang penuh. Dengan bangunan baru yang terpisah, maka pelayanan pasien akan semakin optimal.

"Bangunan khusus ini kapasitasnya 50 bed. Kami sudah melayani pasien vovid-19. Cuma selama ini walaupun sudah kami pisah, tetapi masih dalam gedung yang sama (dengan pasien non-covid-19). Nah, ini kami pisahkan," ungkapnya.

Sigit menambahkan, dengan area bangunan baru ini, pelayanan terhadap pasien covid-19 akan lebih fokus. Bahkan, terdapat juga UGD hingga ruang inap khusus yang disediakan.

Nantinya, setiap pasien yang akan masuk ke rumah sakit ini pun harus melewati proses pemeriksaan di ruang triase. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan darah, thorax dan tes cepat antigen.

Jika pasien itu ternyata positif covid-19, akan diarahkan ke bangunan khusus perawatan pasien covid-19. Namun, bila pasien yang datang telah memiliki surat rujukan terkonfirmasi positif, maka tidak perlu melalui beberapa pemeriksaan awal.

"Kalau pasien yang datang belum punya keterangan atau membawa hasil tes PCR, kami periksa dengan tes antigen. Kalau positif ,ksmi  tes PCR. Kalau ada gejala mengarah ke covid-19, isolasi dulu di ruang transit sementara. Kalau PCR negatif langsung kita rawat di pelayanan reguler. Kalau positif ,langsung dirawat di ruang perawatan khusus covid-19," katanya.

Tak hanya itu. Di ruang isolasi khusus ini, pihaknya juga menyiapkan sebanyak 50 tenaga kesehatan (nakes) sesuai jumlah kapasitas bed. Sehingga, masing-masing pasien mendapat pendampingan perawatan dengan maksimal.

"Nakesnya kami siapkan 50 juga, sesuai dengan jumlah pasien. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal," terangnya.

Di samping itu, Persada Hospital juga menyediakan layanan isolasi mandiri bagi pasien covid-19 dengan kapasitas 20 bed.  Nakes juga disiapkan untuk selalu memonitor kondisi pasiennya.

"Kita punya mekanisme komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien yang isolasi mandiri. Perawat kadang datang ke sana untuk cek kondisinya dan saturasinya, jika ditemui kondisi yang buruk segera kami pindahkan ke perawatan," tandasnya.

Sebagai informasi, hingga kemarin (Senin, 16/8/2021) jumlah kasus covid-19 di Kota Malang terdapat penambahan 71 pasien terkonfirmasi positif. Kini total kasus mencapai 13.523.. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 118, kini totalnya 11.425.

Sementara, kasus kematian akibat covid-19 bertambah 10, kini totalnya sebanyak 980 orang. Serta, pasien yang masih dalam pantauan atau perawatan sebanyak 1.118.

Selain Persada Hospital, ada sejumlah rumah sakit rujukan lainnya. Yakni Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, RS Lavalette, RSI Aisyiyah, RS Panti Waluyo RKZ Sawahan, RST Soepraoen, RS Hermina, RS Unisma. Kemudian, RSUD Kota Malang, RS Lapangan Idjen Boulevard, dan RS Panti Nirmala. Mereka juga berupaya memberikan pelayanan optimal guna menurunkan bed occupancy rate (BOR) yang penuh.

 

Topik
Sikap sempurna pengendaraKota MalangAncaman pemecatan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru