PMM-UMM Gelombang 12 Membumikan Permainan Tradisional dalam Upaya Menggurangi Kecanduan Gadget pada Anak

Aug 16, 2021 12:58

MALANGTIMES- Program pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 92 yang berlangsung (23/07/21) hingga saat ini masih berlangsung kegiatannya ialah “membumikan permainan Tradisional upaya mengatasi kecanduan Gadget “.

Kegiatan ini bertempat di Mushola TPQ Daarul Haaq RT 15 RW 04 Dusun Kalimalang Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. PMM ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Muhammad Wildan Affan,S.E.,M.S.A. Di masa pandemi penggunaan gadget sangat lah tinggi hal ini dikarenakan kegiatan yang awalnya dilaksanakan secara offline kini harus dilakukkan secara online seperti sekolah, bekerja dll.  

Dikutip dari mediaindonesia.com (2020) Dokter sepesialis kejiwaan dari Siloam Hospital, dr.Kristina Sistie Kurniasani menuturkan peningkatan kasus kecanduan internet bahkan mencapai Lima kali lipat, hal ini di dukung dari data survey yang dilakukan oleh Sistie kepada 2.933 remaja dan 4.734 orang dewasa berusia 20-40 tahun. Dari 33 provinsi di Indonesia memperlihatkan terjadinya peningkatan hingga  19,3% dengan rata-rata lama bermain 11,6 jam/hari.

Hal ini berdampak pada anak-anak dimana mereka menghabiskan waktu mereka di depan layar sehingga dapat menyebabkan anak kecanduan bermain gadget. Kecanduan Gadget pada anak diartikan ketika anak sangat menikmati waktunya bermain gadget hingga menganggap gadget sebagai bagian dari kehidupan mereka yang dapat berdampak pada kehidupan sosial mereka. mereka akan mengabaikan lingkungan sekitarnya yang di mana hal tersebut akan berdampak pada perkembangan sosial mereka.  

Hal itulah yang mendorong Kelompok 92 membuat program kerja pengenalan permainan tradisional sebagai upaya untuk menanggulangi kecanduan Gadget pada anak-anak. Tentunya kegiatan ini dihadiri oleh anak anak TPQ Daarul Haq RT 15 RW 04 Dusun Kalimalang Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.  

Tujuan dari diadakan nya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi terutama anak-anak agar dapat memahami bahaya dari kecanduan Gadget. Dengan membumikan kembali permainan tradisional yang menjadi obat dari kecanduan Gadget. Dalam kegiatan ini Kelompok 92 memperkenalkan apa saja jenis-jenis permainan tradisional yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan gadget yang berlebih.  

Kegiatan Bermain Congklak 

Permainan tradisional dapat dijadikan pilihan aktivitas lain sebagai pengganti dari bermain gadget. Permainan tradisional juga memiliki manfaat bagi psikologis anak. Manfaat tersebut seperti meningkatkan motorik anak anak hingga kognitif mereka. tidak hanya bermain tetapi anak anak juga dapat belajar dari permainan tradisional.  

Salah satu permainan tradisional yang dimainkan dalam kegiatan ini ialah  Congklak. Congklak Adalah permainan yang menggunakan biji-bijian untuk mengisi lubang yang tersedia di papan congklak tersebut. Kegiatan yang di laksanakan (13/08/21) di hadiri kurang lebih 10 anak TPQ Mushola Daarul HAQ  Jilid 4.  

Anak-anak Nampak serius bermain congklak

Saat kegiatan berlangsung anak-anak tampak antusias bermain congklak permainan  dibagi menjadi dua kelompok dan dilakukan secara bergantian. Permainan congklak dilakukan kurang lebih 1 jam. Meskipun anak-anak yang datang tidak terlalu banyak dikarenakan masih diberlakukannya PPKM  tapi kegiatan bermain congklak tetap disambut antusias oleh anak-anak.

Anak-anak menyimak materi pengenalaan permainan tradisional

Selama kegiatan edukasi pengenalan permainan tradisional dalam upaya mengurangi kecanduan Gadget yang dilakukan mulai dari (23/07/21) hingga saat ini. Di sambut baik oleh anak-anak TPQ Darul Haq desa kalimalang,meskipun terkadang jumlah anak  yang datang tidak tetap namun antusiasme anak-anak dalam menyimak materi edukasi nampak terlihat.

Topik
PMM UMM
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru