Dipakai Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR, Berikut Makna Baju Adat Suku Baduy

Aug 16, 2021 09:41
Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

INDONESIATIMES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan tradisi untuk mengenakan busana daerah saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2021 jelang peringatan HUT Republik Indonesia, Senin (16/8/2021) pagi. Kali ini, Presiden Jokowi tampil dengan mengenakan busana adat Suku Baduy.

Dipantau melalui akun Twitter Kantor Staf Presiden @KSPgoid, diungkapkan alasan mengapa Jokowi memilih mengenakan pakaian adat Suku Baduy. 

"Presiden @jokowi memilih menggunakan pakaian adat suku Baduy sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan pada  keluhuran nilai2 adat dan budaya suku Baduy," tulis akun @KSPgoid. 

Di sisi lain, secara garis besar busana adat Baduy terbagi menjadi dua, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Ciri khas busana adat laki-laki Baduy Dalam terletak pada penggunaan pakaian berwarna putih.  Sedangkan pakaian adat Baduy Luar terdiri dari setelan hitam-hitam. 

Berdasarkan ciri tersebut, busana adat yang dikenakan Jokowi adalah khas warga Baduy Luar. Baju adat Baduy Luar disebut sebagai baju kampret (baju kelelawar). Dikutip melalui berbagai sumber, pakaian adat Suku Baduy Luar ini berdesain lebih dinamis. 

Busananya memiliki kancing dan kantong, bahannya juga tidak harus dari kapas murni. Orang Suku Baduy biasanya menggunakan ikat kepala dari kain batik warna biru tua.

Sementara, baju adat Baduy Dalam untuk laki-laki disebut Jamang Sangsang. Namanya diambil dari cara penggunaannya, yakni disangsangkan atau digantungkan di badan.

Bahan busana Suku Baduy Dalam berasal dari kapas asli dari hutan yang kemudian dipintal jadi benang. Warga Baduy Dalam lalu menjahitnya dengan tangan, memiliki lubang di bagian lengan dan leher tanpa kerah. 

Berbeda dari busana ada Baduy Luar, busana itu tak dilengkapi dengan kancing atau saku. Jamang Sangsang dipadukan dengan kain tenun berwarna hitam atau biru tua yang dillilit di pinggang menggunakan beubeur atau ikat pinggang terbuat dari selendang kecil. 

Mereka juga menggunakan ikat kepala dari kain putih yang disebut telekung. Warna putih  menjadi simbol bahwa Suku Baduy Dalam masih suci dan belum dipengaruhi budaya luar. 

Selain baju adat, ada pula tas yang dibawa oleh Jokowi. Tampak Jokowi yang membawa tas khas Baduy bernama tas Koja. 

Tas Koja merupakan kantong ramah lingkungan yang terbuat dari kulit pohon tereup yang ada di kawasan hutan adat masyarakat Baduy. Proses pembuatan tas itu, kulit pohon disayat tipis-tipis dan dipilin menyerupai tali.

Kemudian, tali itu dijalin hingga membuat tas. Bentuknya yang unik bernilai seni. 

Sementara, tas itu memiliki fungsi beragam dan bahkan bisa menjadi tas sekolah.

Topik
Mural wajah Jokowisuku baduyPresiden Joko WidodoJokowiSidang Tahunan MPR

Berita Lainnya

Berita

Terbaru