Unismaku JAMPI, Rektor hingga Wakil Rektor Kupas MBKM

Aug 15, 2021 16:12
Rektor Unisma dan segenap jajaran dalam Talkshow Unismaku JAMPI bahas MBKM (Ist)
Rektor Unisma dan segenap jajaran dalam Talkshow Unismaku JAMPI bahas MBKM (Ist)

MALANGTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Unismaku JAMPI. Ya, JAMPI merupakan akronim dari Universitas Islam Malang Kampus Unggul Jelajah Akademik Merespon Persoalan Indonesia. 

Dalam Unismaku JAMPI edisi Minggu(15/8/2021), membahas tema strategis mengenai Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi menjelaskan, jika MBKM masih menjadi isu yang banyak dibahas. MBKM sejalan dengan kemerdekaan yang diberikan kepada perguruan tinggi untuk mendesain perombakan kurikulum. Untuk mendesain program kemahasiswaan, mendesain berbagai aktivitas yang semuanya dalam rangka untuk penguatan kelembagaan, peningkatan SDM dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

"Kita punya kemerdekaan, ada kita menyebut kelas profesional, kelas branding, rumah kreatif mahasiswa, sebentar lagi ada rumah budaya dan peradaban. Ini semuanya kita peruntukkan kepada mahasiswa kita support berkaitan dengan pendanaan yang itu kita kompetisikan karena muncul proposal-proposal," ungkapnya.

Sisi lain Unisma menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional, mengikuti kebijakan-kebijakan pemerintah merdeka belajar ada sekarang program Indikator Kinerja Utama (IKU). Mulai dari mengajar di sekolah, dunia industri, dunia usaha, penelitian, pengabdian masyarakat, wirausaha, bela negara dan lainnya.

"Kita rekognisi dengan mata kuliah, atau kita konvensi dengan mata kuliah yang sejajar atau setara. Ini semangat merdeka belajar di situ. Maka dari itu, kita mengajak mahasiswa untuk mengembangkan imajinasi, inspirasi, kreativitas dan inovasinya. Di sini lah laboratorium akan muncul bukan semata-mata dibuat oleh pimpinan perguruan tinggi," paparnya.

Bukan hanya itu saja, Unisma juga melakukan transfer kredit dengan perguruan tinggi dan luar negeri. Mahasiswa bisa melakukan studi selama satu semester. Bahkan mahasiswa bisa menempuh studi di luar disiplin ilmu yang ditekuni. 

"Bisa kuliah di PT lain, mengambil lintas prodi setelah semester 5, semester 7 bisa mengambil di PT juga bisa lintas prodi, ini merdeka belajar. Tapi semuanya tetap dalam kendali universitas," ungkapnya.

Wakil Rektor 1 Prof Prof Drs H Junaidi, MPd PhD menambahkan, dengan merdeka belajar ini mahasiswa bisa menempuh di perguruan tinggi lain. Saat ini sedang berlangsung program KMMI. KKMI merupakan Kridential Micro Mahasiswa Indonesia, yang dalam program itu Unisma  menyelenggarakan course, mata kuliah ini didesain seperti mata kuliah karena bisa ditempuh oleh berbagai program studi.

"Kita sekarang menyelenggarakan 3 course, pertama tentang start up agroteknologi, kedua tecnoprenuer berbasis IoT, ketiga sediaan herbal. Ketiga course ini start up berada di fakultas pertanian, diikuti mahasiswa peternakan segala macam. Tecnoprenuer berbasis IoT berbasis di tehnik. Dan kesediaan herbal berbasis di farmasi," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, program ini diikuti oleh 127 institusi luar Unisma. Jumlah pada ketiga course ini sebanyak 680 yang berasal dari 27 perguruan tinggi di Indonesia. "Banyak PT ternama di kita seperti Undip ikut mata kuliah kita, sebaliknya juga mahasiswa Unisma juga mengikuti perguruan tinggi lain," bebernya.

Wakil Rektor 3, Dr Ir H Badat Muwakhid MP menambahkan, jika meskipun dalam hal ini masih masa pandemi Covid-19, namun dalam mengembangkan kreativitas, inovasi harus tetap dilakukan meskipun banyak kendala.

"Manfaatkan waktu yang ada," jelasnya. 

Wakil Rektor 4 Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati, MP, turut menyampaikan, dalam upaya meningkatkan mutu, Unisma juga dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana yang memadai. 

"Seperti WiFi premium di berbagai sudut Unisma," pungkasnya.

Topik
Unismaunisma malangbpr tulungagungopini pandemi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru