Diduga Depresi, Mahasiswa di Tulungagung Ini Nekat Bacok Tubuhnya Sendiri dengan Celurit

Aug 15, 2021 10:11
Kondisi OS di rumah sakit dan barang bukti sabit dan obeng / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Kondisi OS di rumah sakit dan barang bukti sabit dan obeng / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Seorang pria berinisial OA (25) mahasiswa yang beralamat di Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung harus dilarikan ke rumah sakit. Sebelumnya, tetangga OA geger, pasalnya ia berteriak-teriak dan mengamuk, Sabtu (14/8/2021) kemarin.

"Karena berteriak dan mengamuk, kakak ipar korban datang untuk menenangkan dengan cara memeganginya," kata Kapolsek Kalidawir AKP Santoso, Minggu (15/8/2021).

Bukannya tenang, OS justru berontak dan melepaskan diri. Tubuh kakak iparnya yang bernama Maryadi (34) terbanting dan jatuh di tanah.

"Korban langsung lari masuk ke dalam dapur dan mengambil sebilah sabit lalu mengambil sebuah obeng. Kemudian mengambil sebuah botol bekas tempat kecap. Lalu korban memukul-mukulkan bagian bawah botol ke kepala depan (jidat) hingga mengeluarkan darah," ujarnya.

Tak berhenti disitu, OS lalu membanting botol hingga pecah. Dengan sebilah sabit korban menyayat ulu hatinya, kepala bagian belakang, tengkuk, leher,  bagian depan, lalu korban berjalan masuk ke dalam rumah dan ke teras rumah melalui pintu utama.

"Sambil berteriak-teriak, kemudian korban jatuh terduduk di teras rumah," ungkapnya.

Mendapat laporan itu, Polsek Kalidawir datang dan melakukan evakuasi pada OS untuk dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung guna mendapatkan pertolongan.

"Menurut keterangan ibunya, korban pada beberapa hari sebelumnya juga sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara minum racun tikus dan korban sempat dirawat di Puskesmas Tunggangri," paparnya.

AKP Santoso masih melakukan penyelidikan dan pendalaman di balik permasalahan yang dihadapi OS, hingga melalukan aksi nekatnya. Dari keterangan tetangga sekitar, OS melalukan aksinya karena mendapat kabar jika pacarnya meninggal akibat kecelakaan.

"Katanya dikabari pacarnya meninggal karena tabrakan, jadi ia frustrasi dan mau ikut mengakhiri hidupnya. Itu sebenarnya juga halusinasinya saja, karena sebelumnya juga pernah melakukan aksi yang sama tapi dua kali dapat digagalkan," ucap Nur.

Kondisi terakhir, nyawa OS masih dapat diselamatkan setelah mendapatkan perawatan dari pihak medis RSUD dr Iskak Tulungagung.

Catatan Redaksi

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Segera hubungi Layanan konseling untuk meringankan keresahan yang ada. Atau, hubungi ahli psikologi yang sudah tersedia di tempat pelayanan kesehatan di sekitar anda tinggal.

Topik
berita peristiwa tulungagungmahasiswa tulungagung
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru