Polemik Lomba BPIP dengan Tema "Hormat Bendera Menurut Hukum Islam"

Aug 14, 2021 11:13
BPIP (Foto: BPIP)
BPIP (Foto: BPIP)

INDONESIATIMES - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendadak membuat heboh publik. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021, BPIP mengadakan lomba penulisan artikel dengan mengangkat 2 tema yaitu 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam'. 

Tak ayal, tema lomba tersebut langsung memicu polemik dari berbagai kalangan. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo mengatakan pilihan tema itu menyesuaikan dengan konteks Hari Santri. 

Selain itu, BPIP melihat pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam menyikapi cinta Tanah Air. "Dalam rangka bulan santri, maka bulan santri tema-temanya disesuaikan dengan tema-tema Hari Santri. Ini juga bikin lomba yang sama untuk hari besar keagamaan. Bersifat universal," ujar Benny.

Lebih lanjut, Benny menegaskan tujuan lomba ini untuk pemaknaan nilai-nilai keagamaan dalam memperkuat kebangsaan. "Sama juga hormat bendera menurut agama Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, Konghucu," katanya.

Namun, lomba ini justru memicu polemik di tengah masyarakat. Berbagai tokoh politik pun langsung memberikan kritikan pada tema lomba itu. 

Salah satunya yakni Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Fadli Zon menilai jika tema yang diangkat menunjukkan kegagalan BPIP dalam memahami Islam dan Pancasila. "Tema lomba BPIP ini menunjukkan betapa dangkalnya BPIP memahami Islam dan Pancasila," kata Fadli dalam akun twitter @fadlizon.

"Ini produk Islamophobia akut dan cenderung menuduh Islam mempermasalahkan hormat bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Segeralah ganti tema agar tdk memecah belah bangsa," tambah Fadli.

Senada, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, juga mengkritik tema penulisan dalam lomba itu. Menurutnya, tema yang diangkat menjadi materi lomba tersebut aneh dan terkesan tendensius.

Mardani menilai, BPIP seharusnya mengangkat tema yang lebih menyatukan, bukan memunculkan kontroversi. Ia lantas mendesak agar BPIP untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Ada ide tema lain yang lebih visioner dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional seperti Pandangan Santri dalam bahaya Perubahan Iklim atau Santri untuk Indonesia Bebas Korupsi," ujar Mardani.

"BPIP perlu evaluasi total," Mardani menambahkan.

Kritik yang tak kalah keras juga datang dari ulama asal Sumatera Barat Anwar Abbas. Ia bahkan menyarankan agar BPIP dibubarkan. 

Anwar menilai Lembaga pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tak memiliki kepekaan sosial di tengah pandemi Covid-19. "Kesimpulan saya BPIP seharusnya dibubarkan. Bukannya apa, lombanya enggak kontekstual. Lagi Covid malah masalah hukum bendera," kata Anwar.

Anwar juga mengatakan banyak tema yang relevan dan kontekstual untuk mengadakan lomba dalam rangka perayaan Hari Santri. Ia pun memberi gambaran situasi saat ini.

Padahal, menurutnya, BPIP bisa membuat lomba dengan tema peran santri di tengah pandemi Covid-19. "Kenapa enggak lomba Bagaimana peran santri dalam menghadapi Covid, bisa kan? Peran santri dalam menghadapi masalah ekonomi?" tutur ahli ekonomi Islam itu.

Selain itu, Anwar menilai lomba BPIP ini hanya akan memancing perpecahan dan kecurigaan antarkelompok. Tema lomba itu disebutnya dapat berpotensi membuat orang mencurigai nilai kebangsaan para santri.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas pun turut memberikan kritikan dengan tema lomba dari BPIP tersebut. Senada dengan Anwar, Busyro mendorong agar BPIP dibubarkan jika lembaga tersebut tidak ada manfaatnya. "Ini bukan saja tendensius, jelas-jelas useless, tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak ada konsep akademis ideologisnya," ucap Busyro

Ia menilai tema yang diusung BPIP itu justru mengadu domba sekaligus penghinaan terhadap komunitas santri. Busyro mengatakan Hari Santri bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama saja, tapi milik seluruh umat Islam.

BPIP, lanjut Busyro, perlu meninjau kembali rencana lomba tersebut dan segera mencabutnya. Sebab menurutnya, tema itu hanya akan mengusik umat Islam.

Topik
Badan Pembinaan Ideologi Pancasilahari santriantonius benny susetyojokowi 404Fadli ZonMardani Ali Sera
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru