Hasil Studi Sebut Bayi yang Lahir di Masa Pandemi Covid-19 Punya IQ Lebih Rendah, Kok Bisa?

Aug 14, 2021 08:53
Bayi (Foto: www.maniadecantar.com.br)
Bayi (Foto: www.maniadecantar.com.br)

INDONESIATIMES - Hasil penelitian pada bayi yang lahir di masa pandemi ini cukup mengejutkan. Temuan ini diteliti oleh para peneliti di AS menunjukkan bahwa bayi yang lahir selama pandemi Covid-19 memiliki skor IQ yang lebih rendah, dibandingkan dengan bayi yang lahir sebelum Januari 2020.

Namun, para peneliti tersebut mengakui belum memahami penyebab bayi yang lahir saat pandemi memiliki IQ rendah. Mereka hanya menduga hal ini berkaitan dengan 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya.

Hasil temuan ini diposting melalui medRxiv sebelum peer review pada 11 Agustus 2021. Penelitian ini melibatkan sekitar 605 anak di Rhode Island. 

Kebanyakan anak yang ikut dalam penelitian ini berkulit putih, termasuk 39 anak yang lahir pada 2018 dan 2019. Penelitian dilakukan dengan memperhatikan sejumlah faktor lingkungan, termasuk kesehatan mental dan fisik ibu, nutrisi yang diperolah bayi, stimulasi, dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Studi pada bayi pra-pandemi Covid-19 lantas menunjukkan mereka memiliki skor IQ berkisar antara 98,5 hingga 107,3 poin. Sedangkan skor IQ bayi yang lahir di masa pandemi virus corona Covid-19 menurun tajam 27 hingga 37 poin.

Studi ini lantas mempertimbangkan efek pandemi virus Covid-19 yang menyebabkan pembatasan sosial dan penguncian untuk mencegah penyebarannya. Seperti, penutupan beberapa tempat bisnis yang berdampak secara ekonomi, penutupan sekolah, pemberlakuan jarak sosial, dan perintah tetap tinggal di rumah.

Oleh sebab itu, anak-anak yang lahir setelah Januari 2020 dalam kondisi status ekonomi yang berubah akibat pandemi Covid-19 memiliki skor IQ lebih rendah.

"Sementara ini, faktor sosial-ekonomi nampaknya memengaruhi konsekuensi negatif dari pandemi virus corona Covid-19. Hal ini menjadi faktor utama dari rendahnya IQ bayi yang lahir selama pandemi," kata peneliti dikutip melalui Fox News.

Selain itu, para peneliti juga menduga faktor-faktor lain yang meliputi tutupnya rumah penitipan anak dan perubahan lingkungan kerja akibat pandemi Covid-19 pun berdampak pada perkembangan kognitif anak-anak. Dalam hal ini, anak-anak yang lahir dari ibu dengan gelar sarjana dan pascasarjana diyakini lebih kecil risiko mengalami dampak negatif dari kelahiran selama pandemi.

Penelitian menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 tidak akan berdampak pada kognitif bayi karena adanya dukungan keluarga atau sosial yang memperhatikan kesejahteraan ibu. Sebab, hal ini bisa memengaruhi temperamen, perilaku, dan perkembangan kognitif bayi.

Studi ini juga menunjukkan jika lebih banyak bayi laki-laki yang terkena efek negatif pandemi Covid-19, dibandingkan bayi perempuan. Bahkan, stres ibu pada waktu sebelum dan sesudah melahirkan juga menambahkan efek negatif pada perkembang anak, meski tidak ada peningkatan atau penurunan drastis pada stres.

Anak-anak yang lahir sebelum pandemi tidak menunjukkan skor verbal, non-verbal, dan kognitif yang jauh lebih rendah saat mengikuti tahap perkembangan selanjutnya selama pandemi. Saat ini, para peneliti juga masih mencari tahu penurunan kognitif anak yang lahir selama pandemi Covid-19 ini bersifat sementara atau tidak. 

Perkembangan anak-anak akan kembali normal setelah pandemi atau tidak, dan apakah ada efek sampingnya atau tidak.

Topik
Covid 19hasil penelitianhasil penelitian
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru