Gelombang Laut Tinggi, BMKG Imbau Ini kepada Masyarakat

Aug 13, 2021 20:53
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Fajar Setiawan (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Fajar Setiawan (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)


MALANGTIMES - BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya memberikan imbauan ditunjukan kepada 'masyarakat, terutama Pelaut agar menjauhi laut terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA. Hal itu disebabkan karena gelombang laut masih akan tinggi hingga 15 Agustus mendatang.

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Fajar Setiawan mengungkapkan bahwa adanya air laut di Pantai Tamban, Kabupaten Malang yang meluap ke rumah warga karena saat ini gelombang memang sedang tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya berharap masyarakat sementara menjauh terlebih dulu dari laut.

“Terutama di seluruh selatan Jawa Timur harus waspada dan berhati-hati dengan peningkatan gelombang yang terjadi akibat meningkatnya angin dari timur,” kata Fajar.

Lanjut Fajar, ketinggian gelombang pada laut diseluruh Jawa Timur utamanya di sisi selatan diperkirakan hingga 3,5 meter. Hal itu membuat para pelaut atau nelayan cukup berbahaya jika melakukan aktifitas dilaut selatan.

“Ketinggian gelombang diseluruh Jawa Timur mencapai 3,5 meter. Kami perkiraan tinggi gelombang akan masih tetap sampai 15 Agustus mendatang,” ungkap Fajar.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat, terutama nelayan agar tidak melaut lebih dulu,” imbuhnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan gelombang tinggi di Pantai Tamban meluap. Hingga air laut hingga mencapai daratan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan pun membenarkan bahwa video tersebut terjadi di Pantai Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

"Di pantai Tamban. Kebetulan di kampung nelayan di dekat pesisir. Kejadiannya dari pagi sampai siang. Air laut yang meluap sudah mereda sejak sekitar pukul 13.00 WIB," ujar Sadono saat dihubungi, Kamis (12/8/2021) malam.

Ia menjelaskan, hal tersebut sudah sering terjadi. Apalagi jika dalam kondisi cuaca seperti ini. Menurutnya, masyarakat juga sudah terbiasa dengan kejadian tersebut. Terutama masyarakat yang memang tinggal di wilayah pesisir.

"Artinya masyarakat sudah biasa, dan sudah menyiapkan antisipasi. Sementara warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman," imbuh Sadono.

Dari catatannya, pantai di Malang Selatan yang pernah terdampak gelombang seperti ini adalag Pantai Sipelot Pujiharjo, Pantai Kondang Merak dan Pantai Ngliyep. Namun begitu, BPBD juga telah melakukan antisipasi. Yakni dengan menyiapkan mitigasi struktural.

"Empat tahun berturut BPBD membangun secara bertahap tembok laut. Ini bisa dijadikan solusi mitigasi struktural terhadap ancaman gelombang tinggi yang sering terjadi di Pantai Tamban," tegasnya.

Beruntungnya, tidak ada kerusakan parah dalam peristiwa tersebut. Hanya ada beberapa perahu kuting kecil yang rusak. Bukan bangunan ataupun fasilitas umum (fasum).

"Beda dengan beberapa tahun lalu. Tapi sudah lama. Kalau beberapa tahun terakhir ini, tidak ada laporan kerusakan," pungkas Sadono.

Topik
Gelombang laut tinggiPasien covid di Kota BatuRob pantai Malang Selatan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru