Menko Marves Luhut Minta Pemda Malang Raya Tak Khawatirkan Angka Kasus Covid-19

Aug 13, 2021 13:17
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama rombongan saat meninjau isoter safe house Jl Kawi, Kota Malang, Jumat (13/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama rombongan saat meninjau isoter safe house Jl Kawi, Kota Malang, Jumat (13/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Jumlah kasus Covid-19 di Malang Raya yang masih tinggi menjadi atensi pemerintah pusat. Meski begitu, Pemerintah Daerah (Pemda) diminta tak khawatir akan angka kasus saat ini.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan secara langsung saat mengecek isolasi terpusat di safe house Jl Kawi, Kota Malang, Jumat (13/8/2021).

"Saya pesan kepada pemda, nggak perlu ada angka-angka yang ditutupin. Biar aja dibuka, ini masalah kita ramai-ramai kok, kalau kita buka, kita patuh protokol pasti turun (angka kasus Covid-19) masalah bisa kita sederhanakan. Kalau kita mau patuh," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika angka kasus Covid-19 tidak dibeberkan secara terbuka justru akan menjadikan kendala dalam penanganan pasien. Hal itu bisa menjadi pengingat kepada masyarakat agar patuh protokol kesehatan dan bisa mengikuti perawatan yang difasilitasi oleh Pemda.

"Jadi Bapak-Ibu (pasien isoter) jangan takut. Kalau kena ya sudah kesini saja (Isoter yang disediakan Pemda). Di sini (safe house) akan ditambah sampai 220 bed. Ikutilah program itu, pemda saya sudah minta supaya siapkan makanan yang benar. Karena dananya ada," jelasnya.

Lebih jauh, Luhut mengatakan, dengan dilayani di isoter maka pasien Covid-19 akan tertangani dengan baik. Apalagi, semua fasilitasi kesehatan tersedia. 

Ia mencontohkan, di Bulelang pasien yang dirawat selama kurang lebih 8-10 hari sehat kembali.

Hal inilah, yang diharapkan bisa terus dioptimalkan di daerah lain, termasuk di Malang Raya. "Di Buleleng itu rata-rata 8-10 hari keluar, dan tidak ada yang meninggal. Karena ditangani dengan benar. Kalau di rumah, obat belum tentu ada, dokter nggak ada, ngurus saturasi oksigen nggak ada, oksigen sendiri kalau diperlukan belum tentu ada. Tapi, di sini (isoter) semua ada," pungkasnya.

Sebagai informasi, Luhut bersama rombongan melihat kondisi pasien didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Turut hadir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang Sutiaji, Bupati Malang Sanusi dan Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Selain ke Isoter Safe House Jl Kawi, Luhut juga mengecek kondisi di RS Lapangan Ijen Boulevard, dan vaksinasi. Serta turut berkunjung ke wilayah Kota Batu. Saat ini, Luhut bersama Pemda Malang Raya tengah proses menjalani rakor penanganan Covid-19.

Topik
Luhut Binsar PandjaitanTarget vaksinasi di Kota Batupt bpr bank tulungagungCovid 19 Malang Raya
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru