Operasi Batu Ginjal Semakin Nyaman Menggunakan JKN-KIS

Aug 12, 2021 20:19
Salah satu peserta JKN-KIS, yakni Agus Purbianto (59), usai melakukan operasi batu ginjal beberapa waktu lalu. (Foto: BPJS Kesehatan)
Salah satu peserta JKN-KIS, yakni Agus Purbianto (59), usai melakukan operasi batu ginjal beberapa waktu lalu. (Foto: BPJS Kesehatan)

MALANGTIMES - Masyarakat kian mudah mendapatkan fasilitas layanan kesehatan dengan menggunakan layanan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Salah satunya dirasakan  Agus Purbianto (59) yang merasakan kemudahan dengan menggunakan JKN-KIS untuk mendapatkan layanan kesehatan operasi batu ginjal yang dialaminya.

Agus mengatakan bahwa dirinya menggunakan layanan JKN-KIS mulai dari awal kontrol ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) hingga tindakan operasi batu ginjal. Semua didapat oleh Agus secara gratis karena telah menggunakan layanan JKN-KIS.

"Tidak ada biaya sepeser pun untuk pelayanan kesehatan saya. Paling saya cuma bayar parkir," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Kamis (12/8/2021).

Dalam catatan kepesertaan, Agus telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan di kelas dua. Dengan kepesertaan tersebut, Agus pun merasakan kemudahan dan kepuasan dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Catatan medis menunjukkan bahwa Agus merupakan pasien penyakit batu ginjal yang mengharuskan untuk dilakukan tindakan sinar radiologi. Tindakan sinar radiologi tersebut berfungsi untuk mengurai gumpalan berbentuk batu yang berada di ginjal sebelah kiri.

Setelah melakukan beberapa kali kontrol, Agus pun kemudian harus menjalani tindakan operasi batu ginjal pada Jumat (10/1/2020) di Rumah Sakit Lavallette, Kota Malang. Meskipun telah berlangsung satu tahun lebih, Agus pun hingga kini tidak merasakan keluahan kesehatan setelah menjalani operasi batu ginjal.

"Alhamdulillah, sebagai pensiunan wartawan, saya merasa terbantu dengan adanya kartu JKN-KIS ini. Ya tahu sendiri kan, saya mantan wartawan swasta yang tidak punya asuransi atau jaminan kesehatan yang ditanggung oleh mantan perusahaan saya," ungkapnya.

Lebih lanjut, pelayanan dari dokter dan perawat di rumah sakit pun sangat ramah dengan didukung kamar perawatan yang bersih serta pengurusan administrasi yang mudah.

Hal itu membuat Agus merasa sangat puas menjadi peserta JKN-KIS dan menjalani tindakan operasi batu ginjal serta perawatan di Rumah Sakit Lavallette. Pasca-operasi pun, Agus masih sering melalukan kontrol rutin yang bersamaan dengan adanya pandemi covid-19 di Indonesia.

"Kontrol rutin yaitu sekitar bulan Juni 2020. Tapi karena pada saat itu lagi ada virus corona, saya sempat menunda kontrol saya. Namun, setelah diyakinkan oleh istri dan ketiga anak saya, akhirnya saya jadi kontrol dan alhamdulillah ginjal saya sudah baik-baik saja," tuturnya.

Sebagai informasi, layanan kesehatan yang diberikan kepada para peserta JKN-KIS tidak hanya melayani satu tindakan medis. Namun, mulai awal sebelum dan sesudah tindakan operasi, para peserta berhak mendapatkan layanan kesehatan melalui kepesertaan di JKN-KIS.

Dengan begitu,  peserta dapat menuntaskan keluhan yang dialaminya agar sembuh secara maksimal dan dapat menjalani aktivitas normal seperti sedia kala. Peserta hanya perlu  datang dan periksa ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama. Jika membutuhkan tindakan lebih lanjut, peserta akan dirujuk ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat kedua.

Topik
Peserta JKN KISBPJS KesehatanRektor UIN Maliki Prof Dr M. Zainuddin MAg
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru