Pengakuan Tersangka Korupsi Dana Bansos PKH di Kabupaten Malang, Salahgunakan Dana Karena Diajari Seniornya

Aug 12, 2021 16:31
Kediaman tersangka korupsi dana bansos PKH, Penny Tri Herdiani (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kediaman tersangka korupsi dana bansos PKH, Penny Tri Herdiani (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tersangka korupsi dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Penny Tri Herdiani (28) memberi pengakuan mengejutkan terkait praktik haramnya itu. Ia mengaku bahwa penyalahgunaan yang dilakukan itu bermula saat ia diajari oleh seniornya yang sama-sama pendamping PKH.

Penny mengungkapkan hal tersebut melalui kuasa hukumnya Didik Lestariyono. Penny pun kini berharap agar hukum berjalan merata. Sebab, ia pun melakukan penyalahgunaan bantuan itu karena diajari seniornya sesama pendamping PKH.

“Sebenarnya tersangka ini adalah orang yang masih polos, dia tidak mengerti apa yang dilakukan adalah pelanggaran pidana,” kata Didik, Kamis (12/8/2021).

Didik menjelaskan bahwa kliennya menyalahgunakan dana bansos tersebut karena telah mengerti ada celah. Karena menurutnya, seniornya di pendamping PKH telah lebih dulu melakukan praktik tersebut.

“Tapi sebelum-sebelumnya, senior-seniornya sudah melakukan hal sama. Dia (tersangka) kemudian diajari bagaimana caranya, dan membuat tersangka ikut-ikutan,” terang Didik.

Setelah dilakukan audit tentang distribusi bantuan itu, tersangka kemudian menyadari bahwa pihaknya telah mengambil hak dari penerima manfaat. Oleh karena itu, pihaknya berharap hukum berjalan dengan merata.

“Pada waktu dilakukan audit pemeriksaan, (tersangka) terbukti melakukan tipikor. Oleh karena itu harapan kami, dapat muncul tersangka baru agar penegakan hukum di Kabupaten Malang ini terlaksana dengan sempurna,” kata Didik.

Bahkan, Didik mengaku bahwa senior pendamping yang mengajari Penny untuk menyalahgunakan dana bansos beberapa masih aktif. Namun ada pula yang telah tidak aktif.

“Ada juga yang sudah berhenti. Ini disampaikan tersangka kepada saya selaku kuasa hukum,” ungkapnya.

Lanjut Didik, senior yang mengajarkan Penny telah detail menerangkan untuk menyalahgunakan bantuan dana bansos. Padahal hal tersebut tidak semestinya dilakukan, karena bansos tersebut seharusnya diterima oleh warga kurang mampu.

“Dari yang disampaikan kepada saya, caranya untuk mengambil hak dari masyarakat harusnya dapat hak PKH itu, bisa disiasati. Supaya uang itu bisa dia nikmati,” ungkapnya.

Akan tetapi diakuinya, setelah mengerti alur menyalahgunakan bantuan itu, Penny kemudian berjalan sendiri dan memanfaatkan hasil korupsi untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat ibunya.

“Setelah mengerti, tersangka jalan sendiri. Uangnya (digunakan) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti membeli motor, peralatan rumah tangga dan biaya berobat ibunya yang sakit,” jelas Didik.

Dari proses penyidikan korupsi dana bansos PKH, diketahui kerugian negara senilai Rp 450 juta. Dan Satreskrim Polres Malang telah meminta keterangan lebih dari 25 orang sebagai saksi.

Sementara itu, media ini mencoba mengorek informasi dari tetangga Penny yang beralamat di Perum Joyogrand, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Di sana, para tetangga nampak tidak ingin berkomentar saat wartawan media ini bertanya tentang Penny.

Namun ada salah satu warga yang berhasil ditemui wartawan media ini. Akan tetapi, warga yang tidak ingin disebutkan namanya ini juga tak mau menjelaskan lebih banyak terkait Penny.

“Coba saja kerumahnya mas, itu yang catnya warna hijau. Tapi kalau terkait masalah (yang dialami) saya tidak begitu mengerti, kan di berita juga banyak itu. Maaf ya mas, silahkan ke sana,” kata salah satu warga.

“Cuma sepertinya tidak ada orang, tapi monggo dilihat saja mas,” imbuhnya.

Karena telah mengetahui, wartawan media ini kemudian langsung menuju rumah Penny. Sesampainya di sana, wartawan media ini mencoba mengetuk pintu. Akan tetapi dari beberapa percobaan mengetuk pintu, tidak ada respons dari pemilik rumah.

Namun, ada dua mobil yang terparkir di depan rumah. Di mana satu mobil tertutup rapat oleh jas hujan. Akan tetapi, tidak jelas siapa pemilik mobil tersebut. Sebab, rumah Penny juga terlihat tidak ada orang sama sekali. Hal itu dibuktikan dari korden yang masih tertutup dan lampu depan yang masih menyala.

Topik
tersangka korupsi bansoskorupsi dana bansosDana BansosKabupaten Malangbansos pkhbansos pkh
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru