Tracing di Kecamatan Pagak Didominasi Pendatang

Aug 11, 2021 21:51
Camat Pagak Ichwanul Muslimin bersama Muspika Pagak saat melakukan operasi di salah satu titik keramaian di Kecamatan Pagak.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)
Camat Pagak Ichwanul Muslimin bersama Muspika Pagak saat melakukan operasi di salah satu titik keramaian di Kecamatan Pagak.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Ada beberapa hal yang mendominasi mendominasi tracing yang dilakukan Satgas Covid-19 Kecamatan Pagak di wilayah tersebut. 

Menurut Camat Pagak Ichwanul Muslimin, hal tersebut karena ternyata banyak warga Pagak yang merantau di luar Malang terpaksa harus pulang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, dirinya belum dapat menyebutkan secara pasti berapa jumlah warganya yang mudik dari perantauan. 

"Banyaknya pendatang. Artinya, ada beberapa warga kami (Kecamatan Pagak) yang merantau dan memutuskan pulang selama PPKM. Misalnya dari Bali atau daerah lain. Jadi, selama PPKM, di daerah tempatnya merantau kan banyak yang berhenti jualan karena PPKM," ujar Ichwanul, Rabu (11/8/2021).

Berdasarkan informasi yang ia himpun bersama jajaran Muspika Pagak, warganya yang mudik tersebut terpaksa pulang karena tidak bisa berjualan di daerah perantauannya karena masih PPKM. 

"Ada yang jualan bakso atau makanan lain. Jadi, mereka memutuskan pulang agar kebutuhan bisa ditekan. Daripada tetap membayar kost tapi tidak ada pemasukan," imbuhnya.

Sehingga, pihaknya melakukan tracing lebih dalam. Hal itu  juga berdasarkan instruksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Tujuannya, jika banyak yang terdeteksi saat di-tracing, maka akan lebih mudah memantau pergerakan covid-19. 

"Sama saja sebenarnya. Paling tidak bisa sampai 20 orang yang harus ditracing dari 1 orang yang positif. Dan memang dari beberapa kasus ditemukan ada yang positif. Minimal yang di-tracing itu keluarga inti," terang Ichwanul.

Sedangkan untuk tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap prokes, dirinya menilai kurang lebih sekitar 98 persen masyarakatnya sudah sadar dengan prokes. Terutama dalam penggunaan masker. Namun begitu, operasi yustisi tetap menjadi agendanya setiap hari. 

"Prokesnya sudah bagus, minimal kan masker dan cuci tangan. Sedangkan kalau titik keramaian paling kalau di Pagak ya di pasar. Itu kami pantau setiap hari. Begitu juga operasi penegakan kedisiplinan prokes," pungkasnya.

Topik
jadwal ka dibatalkantracing covid 19Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru