Wali Kota Sutiaji Sebut Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Malang Capai 92 Persen

Aug 11, 2021 10:34
Ilustrasi. (Foto: Source google).
Ilustrasi. (Foto: Source google).

MALANGTIMES- Seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Malang, Recovery Rate atau angka kesembuhan terus mengalami peningkatan. Jika, 15 Juli 2021 lalu, persentase kesembuhan pasien berada angka 81,7 persen, di awal bulan ini, mengalami peningkatan tajam.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, saat ini persentase angka kesembuhan Covid-19 di Kota Malang telah mencapai 92 persen. Namun, sayangnya data tersebut tidak masuk dalam pendataan pemerintah pusat. "Tingkat kesembuhan kita sudah 92 persen, positivity rate kita penurunannya 50 persen sudah. Tapi ini belum terlaporkan," ujarnya.

Ya, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kota Malang, hingga kemarin (Selasa, 10/8/2021) total jumlah kasus positif saat ini mencapai 12.736 atau terdapat penambahan sebanyak 205. Sementara pasien meninggal dunia bertambah 4, kini totalnya 898. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 743, kini totalnya 9.007. Di mana, dari jumlah ini recovery rate untuk Kota Malang baru mencapai 71 persen.

Data tersebut, merupakan sistem dari New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dari capaian inilah, menjadikan wilayah Kota Malang ikut tersoroti bersama 2 daerah di Malang Raya terkait penanganan Covid-19.

Sutiaji menjelaskan, data pasien sembuh tersebut mengalami keterlambatan update. Sehingga, tidak terpantau oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini, pihaknya juga langsung mengambil langkah untuk melakukan pendataan dan evaluasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

"Saya telah mengumpulkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kabidnya, kepala-kepala puskesmas dan camat, ternyata data yang belum terlaporkan berkaitan dengan jumlah kesembuhan kita itu lebih dari 1.000," jelasnya.

Sebab, menurut Sutiaji, pengumpulan data yang masuk ke Kemenkes telah ditentukan. Sehingga, telat dalam jangka waktu hitungan menit saja, pendataan tersebut tidak masuk tercatat dalam kasus harian, melainkan akan terakumulasi pada hari berikutnya.

"Kami di updating data yang bermasalah. Katakan pukul 08.00 diklarifikasi, pukul 08.02 menit saja, sudah nggak masuk data kesembuhannya," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, wilayah Malang Raya dan Bali menjadi daerah yang disoroti pemerintah pusat selama PPKM Level 4 pada 2-9 Agustus 2021. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Karena itulah, pemerintah pusat melakukan intervensi kepada daerah tersebut. Adanya lonjakan kasus, hingga kewaspadaan dari kenaikan mobilitas usai 26 Juli 2021 lalu masih akan dilakukan pantauan. Pun demikian terhadap perkembangannya, juga masih diperketat mengingat ada jeda 14-21 hari dari perubahan indeks komposit terhadap penambahan kasus.

Dalam hal ini Pemkot Malang terus meningkatkan angka kesembuhan pasien. Salah satunya, dengan menggalakkan 3T (testing, tracing dan treatment). Serta, penguatan pengawasan terhadap pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di tingkat RT/RW.

"Kami counter berkaitan data, dari kita banyak angka kesembuhan yang nggak masuk. Maka nanti, satu per satu per Kelurahan itu ada datanya," pungkasnya.

Topik
SutiajiCovid 19 di Kota MalangLuhut Binsar Pandjaitan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru