KH Nasirul Mahasin: Gerakan Rumah Ibadah Bergerak Layak Menasional

Aug 10, 2021 20:51
KH Nasirul Mahasin (tengah pakai baju kukuh putih dan peci hitam) saat berfoto bersama relawan Rumah Ibadah Bergerak di Masjid Babul Jannah (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
KH Nasirul Mahasin (tengah pakai baju kukuh putih dan peci hitam) saat berfoto bersama relawan Rumah Ibadah Bergerak di Masjid Babul Jannah (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mantan Wakil Bupati Rembang KH Nasirul Mahasin yang hadir dalam Gerakan Rumah Ibadah Bergerak di Masjid Babul Jannah, Dusun Babatan, Desa Tegalgondo, Kabupaten Malang menyebut bahwa kegiatan tersebut layak menasional. Alasannya, dalam pandemi covid-19 ini gotong royong adalah hal yang sangat dibutuhkan.

Tiba di Masjid Babul Jannah, KH Nasirul Mahasin disambut Direktur JatimTIMES Lazuardi Firdaus beserta takmir masjid dan segenap Relawan Rumah Ibadah Bergerak.

Kedatangannya bukan tanpa alasan, Gus Mahasin (sapaan akrabnya) ingin memberikan wejangan bagi masyarakat Dusun Babatan, terutama bagi jamaah Masjid Babul Jannah dalam menghadapi pandemi covid-19.

Menurut Gus Mahasin, Gerakan Rumah Ibadah Bergerak sangat tepat. Sebab, saat ini masjid justru dianggap tabu bagi sebagian masyarakat untuk menuntaskan segala permasalahan. Apalagi pada masa pandemi covid-19 ini, banyak masyarakat yang justru meninggalkan masjid dengan berbagai alasan.

“Gerakan seperti ini seharusnya sudah menasional. Karena ini benar, tidak membedakan apapun, semua gotong royong menjadi satu. Dan ini masalah bersama, sehingga harus dituntaskan bersama,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Mahasin.

Kakak kandung dari KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha itu menyebut bahwa beberapa tokoh yang terlibat langsung dalam relawan Gerakan Rumah Ibadah Bergerak mampu menuntaskan kekhawatiran masyarakat terhadap masjid.

Jika dilihat faktanya, banyak sekali kegiatan di gedung atau tempat terbuka yang digunakan untuk melakukan kegiatan sosial, terutama yang berhubungan dengan covid-19, namun masjid justru dibuat seakan 'mati suri'.

Mindset itulah yang menurut Gus Mahasin seharusnya diubbah. Karena sejak zaman Nabi Muhammad SAW, masjid adalah sarana manusia untuk memulai dan menuntaskan segala hal. Mulai dari mencetuskan ide, hingga menyelesaikan masalah.

“Saya sangat yakin, bersama tim dari Rumah Ibadah Bergerak ini yang sudah saya kenal lama mampu menasional, dan harus didukung ini,” kata dia.

Sementara itu, salah satu inisiator Rumah Ibadah Bergerak Soetopo Dewangga mengaku bersyukur setelah mendengar keterangan takmir Masjid Babul Jannah. Di mana jamaah selalu memadati ketika adzan selesai dikumandangkan. Hal tersebut adalah tolak ukur bagaimana masyarakat Dusun Babatan ketika menghadapi suatu permasalahan, yang saat ini adalah covid-19.

“Alhamdulillah juga salat jamaah juga terus berjalan,” kata Soetopo.

Penyampaian dari Soetopo pun beberapa mengundang gelak tawa dari beberapa jamaah Masjid Babul Jannah. Sebab, pria yang dulunya juga terjun di dunia politik itu juga mengeluarkan punchline agar jamaah yang hadir tidak tegang.

Namun dari beberapa penyampaian Soetopo, satu hal yang dapat digunakan oleh takmir Masjid Babul Jannah. Dimana sebaiknya terdapat suatu kotak sosial yang digunakan untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Jadi ketika mendapat bantuan yang diberikan (dari siapapun) kami harap masuk pada kotak sosial, sehingga ketika ada yang membutuhkan, dapat langsung digunakan. Mari gunakan rumah ibadah untuk memakmurkan masyarakat,” tutur Soetopo.

Soetopo pun juga senada dengan KH Nasirul Mahasin, dimana masjid adalah suatu tempat yang sangat sentral bagi masyarakat untuk menyelesaikan segala permasalahan. Apalagi pada masa pandemi covid-19 ini, masyarakat dibuat susah secara perekonomian dan khawatir akan terpapar virus berbahaya itu.

“Bayangkan, jika hal seperti ini dilakukan di setiap masjid, Insya Allah permasalahan tidak akan muncul. Karena rumah ibadah adalah sumber pertolongan,” ungkapnya.

Pada kunjungan tim Gerakan Rumah Ibadah Bergerak di Masjid Babul Jannah terdiri dari ulama dan mantan Wakil Bupati Rembang KH Nasirul Mahasin, Soetopo Dewangga, Koordinator LIRA Malang Raya Muhammad Zuhdy Achmadi, Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang Raya Sudarno, tokoh perempuan Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Info Malang Raya (IMR) Dyah Arum Sari, Direktur JatimTIMES Lazuardi Firdaus dan General Manager JatimTIMES Heryanto.

Disitu relawan bukan hanya sekadar datang, melainkan memberikan bantuan bagi masjid agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Beberapa bantuan diantaranya yakni tabung oksigen dan regulator dari Program Ngedum Ojir JatimTIMES, Oximeter dari CV Makmur Sejati, beras 1 kwintal dari Hamba Allah di Bandung, mie instan 5 karton, susu kemasan kotak 5 karton, minyak goreng 2 karton dari Hamba Allah di Jalan Sulfat, masker 10 box dari Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjana Indonesia, telur 20 kilogram dari Agus Susanto dan Probiotik dari LIRA Malang Raya.

Topik
pilkades serengamRumah Ibadah Lawan Covid 19koramil jogorojoinfluencer tanah airGus Baha
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru