Vaksinasi Disabilitas Kota Batu Masih Jauh dari Target, Rencana Akan Dilakukan Jemput Bola

Aug 10, 2021 17:40
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat bersama disabilitas di Polres Batu, Selasa (10/8/2021). (Foto: istimewa)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat bersama disabilitas di Polres Batu, Selasa (10/8/2021). (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko langsung memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada disabilitas di Polres Batu, Selasa (10/8/2021). Setelah menyaksikan vaksinasi tersebut, Dewanti berencana melakukam jemput bola kepada disabilitas di Kota Batu.

Dewanti mengatakan, vaksinasi pertama pada disabilitas yang mendaftar mencapai 100 orang. Sementara tercatat ada 220 orang dalam gangguan jiwa dan 662 disabilitas di Kota Batu.

“Polres Batu bekerjasama dengan Pemkot Batu melaksanakan vaksinasi untuk disabilitas serentak umur 18 tahun ke atas, hampir 85-100 yang daftar untuk vaksin,” ucapnya.

“Vaksinasi hari pertama ini berjalan normal teratur dan tanpa menimbulkan kerumunan. Memang ini belum semua tapi ini nanti akan berlanjut lagi menyasar lainnya (sisa disabilitas yang belum vaksin),” imbuh politisi PDIP ini.

Untuk menyasar seluruh disabilitas, Dewanti merencanakan jemput bola. Mengingat mobilitas para disabilitas terbatas. “Nanti kita akan koordinasi dengan Dinas Sosial melakukan jemput bola,” ucapnya.

Sedang untuk yang menyasar ODGJ baru 3 orang. Meski demikian pihaknya akan berupaya bisa menjangkau para ODGJ dan disabilitas di Kota Batu. “Tidak semudah itu melakukan pelayanan vaksinasi, tapi kita akan upayakan lagi untuk menjangkau mereka,” tutup mantan dosen ini.

Upaya itu dilakukan untuk mencapai target kekebalan kelompok yang harus tervaksinasi 70 persen atau sekitar sekitar 149,7 ribu sasaran. Ia pun mengimbau kepada warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 6M.

Sedang untuk vaksinasi dosis pertama itu disediakan kuota sebanyak 250 orang yang hanya dilakukan pada satu titik lokasi.

Satu titik lokasi itu terpusat di Polres Batu, Kecamatan Junrejo. Vaksinasi ditujukan kepada warga disabilitas fisik dan mental. Bagi penyandang cacat fisik seperti tuna rungu, tuna netra, tuna wicara, dan cacat tubuh.

Sedangkan untuk penyandang cacat mental seperti downsyndrome, dan gangguan jiwa terkontrol. Dan yang usianya 18 tahun ke atas, memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK).

Topik
vaksinasi kota batuVaksinasi Covid 19Vaksin Covid 19anak kades dangdutanlarung sesaji pantai selatanDisabilitas Kota Batu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru