PMDN di Kota Malang pada Triwulan Pertama 2021 Alami Kenaikan, Capai 400 Persen

Aug 10, 2021 16:35
Kepala Bidang Pengendalian, Pengaduan, Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Dandung Djulharjanto saat ditemui MalangTIMES.com, Senin (2/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Kepala Bidang Pengendalian, Pengaduan, Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Dandung Djulharjanto saat ditemui MalangTIMES.com, Senin (2/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PDMN) di Kota Malang mengalami kenaikan sebesar 400 persen di periode yang sama, yakni pada triwulan pertama di tahun 2020 dengan triwulan pertama di tahun 2021.

Hal itu disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso melalui Kepala Bidang Pengendalian, Pengaduan, Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Dandung Djulharjanto.

Pihaknya mengatakan bahwa untuk realisasi investasi PMDN di triwulan pertama tahun 2021 yakni yang berlangsung sejak bulan Januari, Februari dan Maret total nilai PMDN sebesar Rp 476.212.268,017.

"Sangat signifikan sekali kenaikannya kalau dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 realisasi PMDN nya Rp 114.984.300.000, jadi (kenaikannya) sekitar 400 persen," ungkapnya kepada MalangTIMES.com.

Dandung menyampaikan bahwa rekapan realisasi investasi PMDN di Kota Malang tersebut berdasarkan data dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Online yang tampak pada National Single Window for Investment (NSWI) milik Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Terkait penyebab terjadinya kenaikan nilai PMDN di Kota Malang yang mencapai 400 persen dibanding dengan triwulan di tahun 2020 tersebut karena didukung juga dengan para pelaku usaha yang melaporkan kegiatan penanaman modalnya melalui LKPM Online.

"Ini tidak terlepas dari penerapan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau OSS (Online Single Submission, red), karena di OSS itu juga sudah sistemnya terintegrasi dengan BKPM dan LKPM," ujarnya.

Dengan sistem yang telah terintegrasi tersebut, jika para pelaku usaha belum atau tidak bersedia melakukan pelaporan kegiatan penanaman modal di LKPM Online akan mendapatkan surat teguran secara langsung dan tertulis dari BKPM RI atau Kementerian Investasi RI.

"Sehingga mau nggak mau mereka harus membuat laporan, karena kalau pelaku usaha ini tidak membuat LKPM nya ini akan berpengaruh pada proses izin usahanya melalui OSS itu. Jadi tren jumlahnya mengalami kenaikan di sana," terangnya.

Selain itu, jika dilihat dari jumlah sektoralnya, pada triwulan pertama di tahun 2020 delapan sub sektor. Sedangkan di triwulan pertama tahun 2021 terdapat 11 sub sektor. Perbedaan jumlah sektor itu pula yang menjadi salah satu alasan terjadinya peningkatan mencapai 400 persen.

Sementara itu, pihaknya berharap kedepan meskipun di tengah pandemi Covid-19 jumlah PMDN yang terlaporkan melalui LKPM Online dapat meningkat terus.

"Kami berharap meskipun di tengah pandemi ini realisasi investasi di Kota Malang yang khususnya melalui LKPM ini, kami berharap untuk tetap bisa naik dengan tren positif," pungkasnya.

Topik
Disnaker PMPTSP Kota Malangpenanaman modal dalam negeripmdnpmdn
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru