Mahasiswa UB Malang: Kecerdasan Ekologi sebagai Dasar Kepercayaan Mitos

Aug 09, 2021 21:19

Pada masa krisis ekologi seperti saat ini, empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang diketuai oleh Fitria Anggun Maulida dengan anggota Dilla Wijdanul Aliyah, Ira Nova Fazira serta Samuel Steffness Mampouw di bawah bimbingan Mochammad Fattah, S.Pi., M.Si, menunjukkan kepedulian mereka akan pentingnya inteligensi ekologi dalam melestarikan alam berbasis partisipatif dari generasi milenial. 

Kepedulian tersebut dituangkan dalam sebuah penelitian yang berjudul “Inteligensi Ekologi Generasi Milenial terhadap Kepercayaan Mitos di Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar". Penelitian tersebut mendapatkan pendanaan dari KEMENDIKBUD melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora.

Tim yang menamai mereka sebagai “Ecological Intelligence” memiliki alasan mengangkat penelitian tersebut, karena sebagaimana kita tahu krisis ekologi menjadi suatu isu atau masalah krusial yang belum terselesaikan hingga saat ini. Generasi milenial sebagai penerus bangsa memiliki peran besar dan sinergi untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan di masa depan. 

Inteligensi ekologi menjadi sarana generasi milenial dalam menerapkan apa yang mereka pelajari dan pengetahuan yang mereka miliki mengenai sikap dalam memperlakukan alam (favour improvemen), pengetahuan dampak aktivitas manusia (know the impact we cause), serta pelestarian lingkungan berbasis partisipatif sehingga dapat mengurangi kerusakan yang ada di alam.

“Bumi hanyalah satu (only one earth) dimana kelangsungan hidupnya sangat bergantung kepada manusia untuk merawat, menjaga dan melestarikan lingkungan. Sehingga manusia memiliki peran penting jika terjadi adanya krisis ekologi karena terkait pandangan terhadap realitas alam,” kata Dilla.

Salah satu mitos yang berkembang di Kabupaten Blitar yang menjadi perhatian tim Ecological Intelligence adalah mitos yang terdapat di Telaga Rambut Monte. Mitos tersebut meliputi adanya Ikan Sengkaring yang konon disebut sebagai Ikan Dewa karena dianggap memiliki unsur kramat yakni dipercayai sebagai wujud murid dari Mbah Monte yang dikutuk karena tidak melaksanakan perintah untuk menjaga Candi Rambut Monte. 

Selain itu, juga terdapat mitos mengenai Candi Rambut Monte dan Sumber Dandang yang melengkapi suasana mistis. Dibalik keberadaan mitos tersebut menyimpan tujuan untuk menjaga interaksi manusia dalam bermasyarakat serta interaksi manusia dengan alam dan memberikan pedoman, kekuatan moralitas, kepatuhan sosial, serta warisan budaya yang bernilai positif bagi kehidupan manusia.

Pengaruh kuatnya arus globalisasi seperti saat ini, dapat menyebabkan lunturnya rasa kepedulian generasi milenial Indonesia terhadap kearifan lokal dan warisan budaya yang dimiliki seperti mitos. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian budaya sekaligus berperan sebagai human as in control of the natural environment, hal tersebut dapat ditumbuhkan melalui implementasi inteligensi ekologi.

Topik
ruang mahasiswaMahasiswa UBPenelitian Mahasiswakim seon ho
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru