Vaksinasi Disabilitas di Kota Batu Besok, Ada Yang Antusias, Takut, dan Perlu Jemput Bola

Aug 09, 2021 18:47
Salah satu warga saat divaksin oleh tenaga kesehatan di Jatim Park 3 beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu warga saat divaksin oleh tenaga kesehatan di Jatim Park 3 beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Vaksinasi covid-19 bagi warga berkebutuhan khusus atau disabilitas bakal digelar Pemkot Batu dimulai Selasa (10/8/2021) besok. Beberapa orang penyandang disabilitas tidak sabar untuk menantikan vaksinasi tersebut.

“Rekan-rekan komunitas disabilitas Kota Batu sangat antusias dan berterima kasih karena adanya vaksin. Tapi tidak semua nantinya tervaksin karena juga melihat tingkat kecacatannya” ungkap pembina Shining Tuli Kota Batu Paulus Andik Dwi Cahyono.

Ada beberapa komunitas disabilitas di Kota Batu. Antara lain komunitas Shining Tuli, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Persatuan Tunanetra. Komunitas-komunitas itu sudah berkoordinasi tentang vaksinasi tersebut demi mencegah penyebaran covid-19. “Besok juga ada penjemputan bagi penyandang disabilitas dari rumah yang telah dikoordinasi Pertuni Kota Batu,” imbuh Andik.

Di balik  banyak yang antusias, ada pula yang mengundurkan diri untuk divaksinasi. Alasannya takut karena terpengaruh info di media sosial dan sebagainya.

“Ada pula yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Terutama karena ketakutan dari info di media sosial serta keluarga yang tidak men-support demikian,” imbuh Andik.

Selain takut, AAda pula yang tidak bisa datang ke lokasi karena jenis kecacatannya.  “Ada kemungkinan saudara-saudara disabilitas  tidak bisa datang ke tempat karena jenis kecacatannya,” ujar Andik. 

Melihat tingkat kecacatan para disabilitas, diperlukan adanya jemput bola. “Karena tingkat kecacatannya yang membuat para saudara disabilitas ragu ataupun menjadi takut juga,” ucap Andik.

Menurut dia,  jika vaksinasi sudah diterima oleh para disabilitas, perlu ada pengecekan kesehatan. Tujuannya menghilangkan anggapan negatif terkait vaksinasi untuk meyakinkan disabilitas. “Tetapi memang dirasa perlu adanya sosialisasi kembali dari desa atau kelurahan agar masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi covid-19,” ungkap dia.

Vaksinasi disabilitas dosis pertama itu menyediakan kuota sebanyak 250 orang. Vaksinasi ini hanya dilakukan di satu titik lokasi, yakni di Mapolres Batu, Kecamatan Junrejo.

Topik
anak kades dangdutanvaksinasi kota batuberita kota batu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru