Jalin Sinergi dengan Berbagai Tokoh, Gerakan "Masjid Peduli Covid-19" Terus Bergerilya

Aug 09, 2021 17:09
Penginisiasi Gerakan Masjid Peduli Covid-19 jalin sinergi dengan Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto (tiga dari kiri). (Foto: Istimewa).
Penginisiasi Gerakan Masjid Peduli Covid-19 jalin sinergi dengan Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto (tiga dari kiri). (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES -  Gerakan "Masjid Peduli Covid-19" sebagai upaya bersama dengan warga Kota Malang dalam mengatasi persoalan pandemi Covid-19 terus digencarkan.

Berbagai dukungan penuh datang dari tokoh-tokoh pejabat tentang adanya gerakan yang diinisiasi tokoh-tokoh masyarakat bersama JatimTIMES. Bantuan-bantuan dari para stakeholder berdatangan untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar. Kali ini, sinergitas itu terjalin dengan Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto.

Salah satu inisiasi gerakan Masjid Peduli Covid-19 Laily Fitriyah Liza Min Nelly mengungkapkan, langkah ini sebagai bentuk untuk bersama-sama dalam menangani pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Malang Raya. Apalagi, kegiatan ini diinisiasi oleh masyarakat yang diperuntukkan juga bagi masyarakat.

"Ini kan dalam rangka rumah ibadah bergerak, kami butuh semua elemen untuk bergandengan tangan, bergabung di sini, karena kegiatan ini adalah dari masyarakat untuk masyarakat. Yang nanti manfaat dari ini semua juga untuk masyarakat," ungkapnya.

Terlebih, menurut Nelly, proses penanganan Covid-19 ini tidak bisa hanya dikerjakan secara individu. Perlu berbagai elemen untuk turut serta mensukseskan bagaimana agar pandemi segera tuntas.

"Karena pandemi ini bagaimana cara penanganannya dari hulu ke hilir, kami perlu bergandeng tangan," imbuhnya.

Bahkan, tak hanya sekedar memberikan bantuan yang terpusat di setiap Masjid di masing-masing wilayah. Dalam gerakan Masjid Peduli Covid-19 ini juga sekaligus bentuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk pencegahan penyebaran virus.

"Ini kekuatan baru untuk kita, bukan melawan Covid-19, tapi menanggulangi supaya Covid-19 ini cepat berakhir. Kita juga tidak hanya membantu, tapi bagaimana mensosialisasikan pada masyarakat, dampaknya, hingga bagaimana penanganan dari awal, sama  bagaimana supaya jangan sampai terpapar," tandasnya.

Sebagai informasi, konsep memberdayakan rumah ibadah dengan gerakan "Masjid Peduli Covid-19" ini digawangi oleh beberapa aktivis sosial di Kota Malang. Di antaranya, mantan rektor Universitas Brawijaya sekaligus pengasuh Ponpes Baghrul Maghfiroh Prof. Muhammad Bisri, Soetopo Dewanggo, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang Raya Sudarno, serta Direktur JatimTimes Lazuardi Firdaus.

Gerakan ini juga mendapat dukungan penuh dari Koordinator Lira Malang Raya Muhammad Zuhdy Achmadi, Akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Zaenal Habib, CEO Tugu Jatim Irham Thoriq, pengusaha Agus Susanto, Wali Kota Malang Sutiaji, hingga, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.

Dari gerakan ini, berbagai upaya penanganan Covid-19 dilakukan bersama. Mulai dari memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar. Seperti, pemberian sembako, penyediaan oksimeter, masker hingga tabung oksigen. 

Topik
khitan massal pemkot madiunPenanganan Covid 19koramil jogorojoKota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru