Pemeran Video Dangdutan Jalani Swab di Polres Malang, Istri Kades Berulah Seolah Tak Bersalah

Aug 09, 2021 14:45
Kades Gading, Suwito saat menjalani swab (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Kades Gading, Suwito saat menjalani swab (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sekitar 8 orang termasuk keluarga Kepala Desa (Kades) Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang menjalani swab di Klinik Pratama, Mapolres Malang, Senin (9/8/2021).

Kurang lebih 8 orang memenuhi panggilan Polres Malang untuk menjalani swab. Hal itu karena sejak viralnya video pesta dangdutan, belum ada test swab yang dilakukan. Selain Suwito (kades), istri dan anaknya berinisial Y turut menjalani swab.

Dari pengamatan media ini di lapangan, beberapa orang yang menjalani swab nampak tidak menunjukkan rasa penyesalan di balik kasus video pesta dangdutan tanpa prokes. Terlihat yang diduga istri dari kades nampak tertawa saat beberapa media mengambil gambar.

Tak hanya itu, istri kades juga merekam video kepada awak media yang mengambil gambar saat itu. Istri kades yang tampil glamour itu bukan sekali mengambil gambar, saat diambil gambar di ruang penyidikan juga dilakukan hal yang sama.

Kades Gading, Suwito mengatakan bahwa saat gelaran pesta dangdutan yang terekam pada video viral tanpa prokes di media sosial tersebut dirinya sedang tidak berada di tempat. Bahkan ia  berdalih acara musik itu hanya syukuran kecil bersama keluarganya.

“Bukan acara musik yang besar, itu hanya syukuran keluarga saja. Yang main musik ya teman-teman anak saya. Kalau alat musiknya punya saya,” kata Suwito, Senin (9/8/2021) siang usai menjalani swab test.

Suwito menjelaskan, alat musik itu sengaja dimainkan oleh teman anaknya dari pada rusak dan menganggur. “Acara itu kan syukuran keluarga saya, hanya keluarga dekat 15 orang lah. Kemudian dari pada alat musiknya nganggur, terus dimainkan. Waktunya mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB saja kok,” beber Suwito.

Suwito juga mengaku bahwa jika selama proses acara tersebut, dirinya bersama keluarga sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun ia menyebut ketika orang-orang melepas masker ketika selesai makan dan merokok.

“Kami pakai protokol kesehatan kok, di depan juga ada air dan cuci tangan. Hanya saja, terlihat tidak memakai masker karena saat itu selesai makan dan merokok,” ujarnya.

Disinggung mengenai siapa yang menyebarkan video tersebut, Suwito mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui. Bahkan pihaknya mengaku bahwa akun yang menyebarkan video tersebut adalah akun bodong atau tidak ada yang memiliki.

“Saya sempat telusuri yang mengunggah video itu siapa, ternyata akunnya itu bodong. Kalau yang menyebarkan dari teman-teman anak saya kayaknya gak mungkin juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Bara'langi mengatakan bahwa hasil penanganan, pihaknya mengatakan hari ini akan melakukan pemeriksaan tambahan saksi. Di situ, ia menuturkan bahwa ada sekitar 8 orang yang diambil keterangan.

“Kami mengambil prokes yang ketat untuk swab. Semuanya negatif. Selesai pemeriksaan, saat ini kami lakukan penyidikan,” terang Donny. 

Topik
praktik dokter tiwiviral video dangdutandangdutan anak kadesSiswa Kabupaten Blitar
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru