Selama PPKM, Pelaku Wisata di Pantai Bowele Beralih Profesi Jadi Petani

Aug 08, 2021 20:51
Ilustrasi wisata yang tutup selama PPKM.
Ilustrasi wisata yang tutup selama PPKM.

MALANGTIMES - Sebagian besar pelaku usaha wisata di Kabupaten Malang terpaksa berganti profesi. Ada yang sebagian beralih kembali menjadi petani. Hal itu karena dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4, semua obyek wisata tutup. 

Alih profesi itu seperti halnya yang dilakukan Mukhlis, salah satu pengelola wisata di Kecamatan Tirtoyudo, Pantai Bowele. Dia memilih kembali menjadi petani. Mengingat sebelumnya, ia bersama rekannya seprofesi juga mengambil langkah yang sama. 

"Umumnya mereka (Pelaku usaha wisata di Bowele) memiliki lahan untuk bertani. Sehingga, (Saat PPKM) kembali ke pekerjaan semula menjadi petani dan nelayan," ujar Mukhlis. 

Ada beberapa jenis komoditi pertanian dan jenis ikan hasil tangkapan yang masih laku untuk tetap menggerakan roda perekonomiannya. Terutama di sekitar Pantai Bowele Malang Selatan. Dirinya bersama sejumlah rekan seprofesinya hanya bisa pasrah selama masa PPKM. 

"Untuk hasil pertanian ada pisang dan kopi. Sedangkan ikan bermacam-macam. Kalau saat ini musim ikan kembung," imbuh dia.

Apalagi memang penerapan PPKM ini bertujuan untuk keselamatan. Tentu agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Mengingat saat ini jumlah kasus Covid-19 masih meningkat. Meskipun peningkatan tersebut sebenarnya juga diikuti dengan angka kesembuhan yang juga bertambah. 

"Seluruh destinasi wisata ditutup, termasuk usaha wisatanya seperti home stay," terang pria yang juga instruktur surfing di destinasi wisata Bowele tersebut.

Sementara itu, dirinya mengaku juga belum pernah mendapat bantuan sosial. Terutama bantuan bagi pelaku usaha. Sementara dirinya berharap mendapat bantuan tersebut, karena merasa ikut terdampak. "Belum ada (bantuan). Cuma dengan beritanya saja (mengenai bantuan bagi pelaku usaha wisata terdampak PPKM)," jelasnya.

Selanjutnya dia berharap agar kondisi bisa kembali dan pulih seperti semula seperti sebelum PPKM, sehingga membuat wisata khususnya di Malang selatan kembali bergairah.

Sementara sebelumnya, keluhan yang sama juga disampaikan oleh beberapa sopir jip yang biasa mengangkut wisatawan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Beberapa supir jip ini mengaku beralih profesi, agar dapurnya tetap ngebul selama TNBTS ditutup. Mulai dari bertani, supir angkut hasil tani tebu hingga pengrajin tusuk sate. 

Topik
ppkm level 4 kota malangPantai Bowelegini ratiowisata kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru