Survei New Indonesia Research, Elektabilitas Demokrat Meningkat, Partai Golkar Tergeser

Aug 08, 2021 15:49
Ilustrasi perolehan elektabilitas partai (Ist)
Ilustrasi perolehan elektabilitas partai (Ist)

MALANGTIMES - New Indonesia Research & Consulting melakukan survei elektabilitas partai. Survei dilakukan pada 21 hingga 30 Juli 2021 melalui sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Untuk "margin of error" sekitar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, Partai Demokrat menempati posisi tiga besar. Posisi ini menggeser partai berlambang pohon beringin yang sebelumnya berada pada posisi ketiga kini melorot ke posisi empat.  

Dilansir dari merdeka, jika posisi Partai Demokrat tersebut hanya selisih tipis dengan Partai Gerindra yang berada pada urutan kedua. Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono mengatakan, Partai Demokrat sangat berpeluang mengungguli Partai Gerindra jika tren elektabilitas terus meningkat. Bahkan, dirinya menyebut, dengan meningkatnya elektabilitas potensi menjadi pemenang dalam Pemilu 2024 terbuka.

"Jika tren elektabilitas Demokrat terus meningkat, maka sangat mungkin menyalip Gerindra maupun PDIP dan menjadi jawara pada Pemilu 2024," ungkapnya di Jakarta, Minggu (8/8/2021).

Lebih lanjut, sejak survei dilakukan pada Februari 2021, tren peningkatan memang cukup signifikan. Kenaikan elektabilitas mencapai 10,1 persen. 

Elektabilitas partai itu kemudian melonjak liar biasa menjadi delapan persen, di mana pada masa awal hanya sekitar tiga persen. Perolehan ini hanya selisih sedikit dengan Partai Gerindra yang meraih elektabilitas 10,4 persen.

Kemudian, diungkapkan pada posisi pertama, diisi partai berlambang banteng bermoncong  putih atau PDIP. Kendati demikian, tren elektabilitas partai itu sempat mengalami penurunan dalam setahun terakhir. Pada survei sebelumnya, tren elektabilitas PDIP masih pada kisaran 20 hingga 30 persen. 

"Namun kini turun menjadi 19,8 persen," ujar dia.

Dijelaskannya lagi, penurunan tidak hanya terjadi pada dua partai itu, Partai Golkar juga mengalami hal yang sama. Partai berlambang pohon beringin itu mengalami penurunan 7,3 persen. 

Sementara itu, langkah atau manuver Demokrat yang meski berada di luar pemerintahan berhasil mencitrakan diri sebagai oposisi utama. Demokrat sendiri sukses dalam mengatasi problem internal partai yang beberapa waktu lalu sempat melibatkan Moeldoko.

Elektabilitas partai lain, seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 4,8 persen. Namun, PKS dibayangi oleh Gelora, yang merupakan partai baru akan tetapi memiliki elektabilitas 1,1 persen. Masih ada lagi, partai baru lainnya, adalah Partai Ummat. Partai pimpinan Amien Rais itu memperoleh elektabilitas 1,7 persen.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempati papan tengah dengan elektabilitas  5,7 persen. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 5,3 persen, Partai Nasdem 3,5 persen, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 2,0 persen.

Kemudian, Partai Perindo, memperoleh Elektabilitas 0,7 persen, disusul Hanura 0,5 persen, Partai Berkarya 0,4 persen, dan lainnya 0,3 persen. Sedangkan koresponden lainnya mengatakan tidak tahu atau tidak menjawab dengan total 25,2 persen.

Topik
elektabilitas demokratsurvei elektabilitasmusisi lumajangPartai Demokrat
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru