Pemilik SPI Kota Batu Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Komnas PA Dukung Polda Jatim Dihukum Seumur Hidup

Aug 08, 2021 12:44
Ketua Umum Komnas PA, Ariest Merdeka Sirait saat akan masuk ke Polda Jatim beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Ketua Umum Komnas PA, Ariest Merdeka Sirait saat akan masuk ke Polda Jatim beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Ditetapkannya Julianto Eka Putra (JEP), pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, sebagai tersangka atas dugaan kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan eksploitasi ekonomi oleh Polda Jatim, cukup membuat lega beberapa pihak.

Khususnya bagi para korban atau pelapor dan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA). “Peningkatan status pelaku yang semula sebagai saksi, ditingkatkan sebagai tersangka merupakan tindakan yang pantas dan tepat,” ungkap Ketua Umum Komnas PA, Ariest Merdeka Sirait.

Ia menambahkan, penetapan JEP sebagai tersangka membuat dua pelapor S dan J langsung sembah sujud dan mengucap syukur kepada Tuhan. Sebab selama 67 hari terjawab sudah dugaan kasus kekerasan seksual tersebut.

Atas penetapan JEP sebagai tersangka, Komnas PA memberikan apreasi dan ucapan terima kasih kepada Direskrimum dan Kasubdit Renakta Polda Jawa Timur. Menurutnya patut mendapat penghargaan atas dedikasinya dan keuletannya dalam melakukan penyidikan dan penyelidikan atas kasus kejahatan seksual.

“Mengingat kasus kejahatan seksual terhadap anak merupakan tindak pidana khusus setara dengan tindak pidana khusus narkoba, teroris dan korupsi, dan juga merupakan tindak pidana luar biasa (extraordinary crime),” jelasnya.

“Bahkan terduga pelaku JEP dapat diancam pidana 20 tahun atau seumur hidup bahkan hukuman mati,” kata aktivis ini, Minggu (8/8/2021).

Karena itu Komnas PA mendukung Polda Jatim menjerat terduga pelaku dengan ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedang JEP ditetapkan sebagai tersangka setelah Polda Jatim menggelar perkara pada Kamis (5/8/2021). Usai ditetapkannya sebagai tersangka rencananya Polda Jatim akan memanggil JEP pada pekan mendatang.

Topik
kasus gratifikasi edi rumpokoKeistimewaan jin dan setanlomba kompetensi siswa jatimalumni sma spi kota batuPelecehan seksualkorban spi kota batuArist Merdeka Siraitkomnas perlindungan anak
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru