Sempat Ditutup Karena Timbulkan Kerumunan, dr. Yosephine Kembali Layani Pasien Covid-19 di Tempat Baru

Aug 07, 2021 17:33
Tempat praktik dr Tiwi yang masih di lokasi lama.
Tempat praktik dr Tiwi yang masih di lokasi lama.

MALANGTIMES - dr. Yosephine Pratiwi akhirnya akan kembali membuka praktiknya. Setelah sebelumnya, tempat praktiknya yang lama di Apotek Kondang Waras di Jalan Raya Takeran, No.50 kav 6, Dusun Krajan, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso sempat diprotes karena antreannya menimbulkan kerumunan.

Tempat praktik Yosephine sendiri sebelumnya sempat viral karena banyak didatangi pasien. Para pasiennya pun rata-rata disebut orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mayoritas menjalani isolasi mandiri, karena kehabisan ruang rawat pasien Covid-19 di rumah sakit (RS).

Sayangnya, mulai Selasa (3/8/2021) lalu, tempat praktik dokter Yosephine harus tutup sementara. Pasalnya, banyaknya pasien yang berobat justru memunculkan kerumunan. Meski ruang praktik hanya di sebuah ruko, ratusan pasien dari anak-anak hingga orang dewasa, banyak yang sudah disembuhkan.

"Karena timbulkan kerumunan, saya akan pindah praktik di tempat yang lebih luas. Kayak bekas gudang, di depan El Hotel," ujarnya Sabtu (7/8/2021).

Wanita yang lebih akrab disapa dokter Tiwi ini mengatakan bahwa tempat barunya tersebut akan ia gunakan untuk kembali membuka praktik. Nantinya juga diperuntukkan bagi pasien positif Covid-19. Rencananya dokter Tiwi akan mulai kembali beroperasi pekan depan. Tepatnya, Senin (9/8/2021). Sedangkan tempat praktiknya yang lama akan tetap beroperasi untuk pasien non Covid-19. 

"Untuk pasien Covid itu bakal di gedung pendidikan vokasi UMM Malang depan eL Hotel Karangploso, mulai Senin jam 7-10 pagi, kalau di tempat lama (Apotek Kondang Waras) tetap buka, tapi untuk pasien non Covid, jam 5 sampai 7 malam," terang dia.

Dirinya menjelaskan, tempat baru tersebut didapat berkat jasa Camat Karangploso, dan Kepala Desa Ngijo, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, dan Wakil Bupati Malang, H. Didik Gatot Subroto yang bersusah payah untuk mencarikan tempat lebih luas untuk penanganan pasien Covid-19.

"Tempat itu didapat pada Ahad (1/8/2021) kemarin, sekitar jam 1 siang. Saat ini proses persiapan, tempatnya luas, bisa menampung ratusan pasien. Itu tempat milik UMM, saya di pinjami, kayak e gratis, tanpa sewa," imbuh dia.

Dirinya juga mengaku akan berupaya untuk memberikan pertolongan maksimal bagi pasien Covid-19 di tempat barunya nanti. Apalagi dari pantauannya, di sekitar lokasinya tersebut, banyak orang yang sembuh dari Covid-19 setelah mendapat terapi uapnya. 

"Di lingkungan sekitar sini (tempat praktik baru) banyak pasien saya yang sudah sembuh dari Covid, mereka mendukung saya buka disini," terangnya.

Dia mengaku akan berusaha semaksimal mungkin. Terutama untuk tidak membedakan pasien dari sisi ekonominya. Namun, dirinya akan memperlakukan pasien dari tingkat keparahan gejala Covid-19 yang dirasakan setiap pasien. 

"Di awal pandemi ini, saya awalnya melakukan pengobatan pada pasien yang Isoman dan memandang orang bawa duit apa tidak, yang saya pandang berapa beratnya penyakit pasien itu, meski tidak membayar juga gak masalah, yang penting sembuh," pungkasnya.

Topik
apartemem mewahPasien Covid 19Penanganan Covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru