Ucapkan Selamat Tinggal, Deretan Cemilan ini Tak akan Ada Lagi di Indonesia Mulai Bulan Depan

Aug 06, 2021 14:46
Cheetos, Lays, dan Doritas (Foto: JoSS.co.id)
Cheetos, Lays, dan Doritas (Foto: JoSS.co.id)

INDONESIATIMES - Cemilan ternama seperti Cheetos, Lays, hingga Doritos menjadi makanan ringan favorit oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya, cemilan itu tidak akan ada lagi Indonesia mulai bulan depan. 

Sehingga bulan Agustus ini menjadi bulan terakhir bagi kalian pecinta Cheetos, lays, dan Doritos untuk menikmatinya. Kabar ini sebenarnya sudah disampaikan sejak 6 bulan lalu tepatnya pada Februari 2021.

Hilangnya Cheetos cs di pasar Indonesia dikarenakan kepemilikan produsen cemilan itu yakni PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) sudah dibeli oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Untuk diketahui, produsen Cheetos, Lays, hingga Doritos di Indonesia adalah PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). 

Perusahaan tersebut bisa memproduksi Cheetos cs karena dikuasai oleh pemilik merek cemilan itu, Fritolay Netherland Holding B.V., afiliasi dari PepsiCo. Namun, diputuskan bahwa sejak Februari lalu seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) dibeli PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 

Jika seluruh saham IFL dibeli oleh ICBP, maka secara otomatis kontrak dengan PepsiCo terputus. Untuk diketahui, total saham yang dibeli ICBP mencapai Rp 494 miliar atau sebanyak 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL.

Kini, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan oleh IFL. Putusnya kontrak PepsiCo dengan IFL ini menyebabkan PepsiCo dilarang untuk memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia.

Termasuk merek yang terkenal di Indonesia yaitu Cheetos, Lays, dan Doritos.

"Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi," ujar Sekretaris Perusahaan ICBP Sukses Makmur Gideon A Putro dalam keterangan resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Gideon juga menyatakan transaksi pembelian saham ini bukan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Topik
snack favoritpasar indonesiaopen bidding bondowoso

Berita Lainnya

Berita

Terbaru