Kasus Covid-19 di Kepanjen Tertinggi di Kabupaten Malang, Tercatat 2.296 Positif, 212 Meninggal Dunia

Aug 05, 2021 20:12
Camat Kepanjen, Eko Margianto saat melakukan operasi penegakan kedisiplinan prokes di sekitar wilayah Kepanjen
Camat Kepanjen, Eko Margianto saat melakukan operasi penegakan kedisiplinan prokes di sekitar wilayah Kepanjen

MALANGTIMES - Tingkat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang masih harus diwaspadai. Pasalnya pergerakan kasus terkonfirmasi positifnya juga masih fluktuatif. Bahkan di beberapa kecamatan juga tercatat bahwa kasus positif Covid-19 cenderung naik. Seperti terjadi di Kecamatan Kepanjen. 

Camat Kepanjen, Eko Margianto mengatakan bahwa, sejak 1 Juli 2021 hingga saat ini, kasus terkonfirmasi positif di wilayahnya cenderung naik. Berdasarkan catatannya, saat ini sudah ada sebanyak 2.296 orang yang terkonfirmasi positif. 

"Rinciannya, 1.805 sudah dinyatakan sembuh, 212 orang meninggal dunia, 1 orang menjalani isolasi di safehouse, 2 orang menjalani isoter (isolasi terpusat) Kecamatan Kepanjen, yang dirawat di Rumah Sakit 23, yang isoman (isolasi mandiri) 253. Itu yang OTG (Orang Tanpa Gejala) 57, yang ODG (orang dengan gejala) 196. Dan kalau ditanyakan naik atau tidak, ya memang naik," ujarnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Kepanjen, Kamis (5/8/2021) malam. 

Ia menjelaskan, kenaikan tersebut karena memang metode tracing yang dilakukan juga ada perubahan. Yakni, perbandingannya dinaikan. Antara, orang yang terkonfirmasi positif, dengan orang yang ada di sekitarnya. Yaitu 1 berbanding 15. Artinya, dalam 1 orang yang terkonfirmasi positif, minimal ada 15 orang yang kontak harus dilakukan tracing. 

"Sehingga harapannya, seluruh masyarakat yang kontak dengan yang terkonfirmasi ini bisa dilakukan tracing semua. Sehingga kalau tracingnya maksimal, kita akan tahu masyarakat kita yang kena itu berapa, itu data real di lapangan. Kalau dulu kan (tracing) nya hanya keluarga inti saja, kalau sekarang diperluas," imbuh mantan Camat Dau ini. 

Dari pantauannya hingga saat ini, ia menyebutkan bahwa jika dirata-rata, Kecamatan Kepanjen menduduki peringkat teratas se Kabupaten Malang untuk jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Namun menurutnya, jumlah tersebut tidak dapat dijadikan patokan. Karena jumlahnya juga masih fluktuatif yang dipengaruhi banyak faktor.

"Itu bisa terjadi, karena ada yang nunggu hasil lab swab nya. Jadi ada yang test sekarang, tapi hasilnya keluar secara bersamaan beberaa hari setelahnya. Kalau hari ini Kamis (5/8/2021), yang sembuh 13 dan positifnya nambah 29. Jadi bukan yang positif saja nambah, tapi tingkat kesembuhan juga bertambah. Dan jika dirata-rata, per hari pertambahan kasusnya 10 sampai 20," terang dia.

Sementara itu, untuk kebutuhan oksigen, menurutnya memang dalam beberaoa hari terakhir terutama sejak kasus Covid-19 melonjak, dirinya tidak memungkiri bahwa permintaan akan kebutuhan oksigen juga meningkat. Namun dirinya tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa jumlah peningkatannya.

"Kalau kecenderungannya memang meningkat. Namun jika kembali dilihat, bukan hanya di Kepanjen, mungkin secara nasional, kalau saya melihat mungkin karena dulu kan tabung oksigen bukan jadi kebutuhan. Tapi semenjak kasus Covid-19 ini meningkat, tabung oksigen ini kan jadi kebutuhan. Itu kenapa?, Kalau disini (Kepanjen), memang banyak yang isoman juga, jadi butuh. Sementara kalau yang dirawat di RS itu pasti sudah difasilitasi tabung oksigennya," jelas dia. 

Pihaknya pun juga melakukan beberapa upaya agar meningkatnya permintaan akan kebutuhan tabung oksigen bisa tertangani. Salah satunya, dengan menggali potensi yang ada di sekitar Kecamatan Kepanjen. 

"Saat ini ada 4 Kelurahan dan 14 desa, masing-masing memiliki 3 sampai 5 tabung oksigen ukuran 1 m³. Itu untuk antisipasi darurat. Dan sedang kita upayakan untuk bisa menggali potensi di sekitar (Kepanjen) agar bisa lebih terbantu. Misalnya dari perusahaan yang ada di Kepanjen atau yang lain," pungkasnya.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya bersama jajaran Muspika juga tetap rutin menggelar operasi dan penegakan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Sedangkan bagi yang kedapatan melanggar, pihaknya lebih mengedepankan untuk memberi sanksi sosial.

Topik
Covid 19Eko MargiantoKepanjen
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru