Tempat Wisata di Kota Batu Terancam Ditutup, PHK Bakal Dilakukan Jika PPKM Masih Diperpanjang

Aug 05, 2021 14:22
Beberapa wisatawan saat berswafoto di Batu Love Garden beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Beberapa wisatawan saat berswafoto di Batu Love Garden beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Pandemi Covid-19 memberikan dampak cukup besar, khususnya pada kalangan pelaku usaha dan pariwisata di Kota Batu.

Terlebih jika pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat masih terus berlangsung, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan penutupan tempat wisata pun dirasa akan terjadi di Kota Batu.

Manager Marketing & Public Relation Jatim Park Group mengatakan, dengan kondisi saat ini tidak menutup kemungkinan bakal dilakukan penutupan tempat wisata secara permanen. Melihat saat ini kondisi penutupan akibat perpanjangan PPKM masih berjalan kurang lebih sudah satu bulan.

“Kalau kondisinya seperti ini masih berlangsung hingga akhir tahun, mau tidak mau dari 15 tempat wisata di bawah Jatim Park Group ada yang tutup,” katanya.

15 tempat wisata di bawah naungan Jatim Park Group ini yakni, Jawa Timur Park 1, Jawa Timur Park 2, Jawa Timur Park 3, The Bagong Museum Tubuh, Museum Angkut, Eco Green Park, Predator Fun Park, Batu Night Spectaculer, Batu Love Garden, dan sebagainya.

Selama ini Jatim Park Group telah mendapatkan kerugian cukup besar untuk operasional seluruh tempat wisata. Sedangkan pemasukan yang tidak berimbang saat tempat wisata buka di tengah pandemi Covid-19.

Biasanya seluruh park tersebut ramai kendaraan terparkir hingga membuat jalan-jalan menuju tempat wisata macet. Pemandangan itu kini tidak lagi terlihat, sejak pandemi Covid-19 hadir khususnya di Kota Batu.

Kepadatan wisatawan sudah jarang terlihat di tempat wisata. Meskipun beberapa kali terlihat kepadatan di daerah Alun-Alun Kota Batu. Tetapi terlihat lengang di tempat wisata, lantaran kondisi perokonomian masyarakat saat ini.

Terpisah Direktur Lippo Plaza Batu Suwanto menjelaskan, PHK sudah dilakukan pada beberapa pekerja di sana mulai pandemi Covid-19. Meskipun pada PPKM darurat ini belum melakukan PHK.

Tetapi tidak menutup kemungkinan jika dilakukan PHK apabila PPKM darurat nantinya bakal diperpanjang. “Sejak awal pandemi sudah ada yang di PHK. Tapi jika PPKM darurat masih diperpanjang lagi mau tidak mau PHK akan dilakukan. Sementara tidak ada pemasukan,” ucapnya.

Ia pun berharap ke depan ada kebijakan mal dibuka tetapi ada pembatasan dengan protokol kesehatan ketat. Meski saat ini yang terpantau buka seperti supermarket, tempat makan dan minum.

Selain itu pegawainya saat ini sedang dirumahkan. Sedang, dari data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu ada 1.104 orang yang dirumahkan.

Dari jumlah tersebut ada 638 orang merupakan warga asli Kota Batu. Sementara sisanya 421 orang merupakan warga luar dari Kota Batu. Jumlah tersebut sebagian merupakan sektor pariwisata, mengingat Kota Batu adalah tempat wisata.

Topik
pariwisata kota batuJatim Park GroupSiswa di Jombangdampak ppkmAncaman PHKPHK
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru