Heboh Seruan Demo Kepung Istana-DPR, Dualisme Pengurus HMI Beda Sikap

Aug 05, 2021 11:19
Presiden Joko Widodo (Foto: Suara)
Presiden Joko Widodo (Foto: Suara)

INDONESIATIMES - Publik dihebohkan dengan seruan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pimpinan Abdul Muis Amiruddin yang menginstruksikan kepada Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI se-Indonesia agar menggelar aksi unjuk rasa menjelang 2 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin. Seruan tersebut termaktub dalam surat instruksi nomor 144/A/Sek/12/1443 bertanggal 2 Agustus 2021. 

Menurut mereka, pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin yang dihadapkan pada krisis Covid-19 gagal memenuhi hak masyarakat. 

"Kami pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin beserta kabinetnya dianggap gagal," kesimpulan dalam surat instruksi tersebut. 

HMI pimpinan Abdul Muis ini lantas meminta agar kader HMI daerah melakukan aksi demo pada 6-13 Agustus. Titik aksi yang direkomendasi yakni mulai dari Istana Negara hingga Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

"Aksi puncak pada tanggal 16 Agustus 2021 yang dilakukan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)," sebagaimana dikutip dari surat tersebut.

Sementara, HMI kubu Raihan Ariatama mengintruksi agar seluruh pengurus HMI se-Indonesia tetap menjaga solidalitas. Instruksi itu menyusul adanya rencana aksi demo oleh kubu Abdul Muis. 

Instruksi Raihan Ariatama tertuang dalam surat PB HMI Nomor: 134/A/SEK/12/1442 H yang ditandatangani oleh Raihan Ariatama dan Sekjen M Ichya Halimudin, Rabu (4/8/2021). Surat ditujukan kepada Ketua Umum Badko HMI se-Indonesia dan Ketua Umum HMI Cabang se-Indonesia.

"Sehubungan dengan beredarnya Surat Instruksi dengan Nomor : 144/A/Sek/12/1442 yang mengatasnamakan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di bawah kepemimpinan saudara Abdul Muis Amiruddin dan M. Akbar Hanubun masing-masing sebagai Pj Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, maka bersama ini kami mengintruksikan Badko HMI dan HMI Cabang Se-Indonesia serta menyampaikan hal-hal sebagai berikut," demikian bunyi surat tersebut.

Raihan Ariatama menyebut bahwa HMI tidak pernah mengeluarkan surat instruksi untuk melakukan aksi demo Jokowi. Justru HMI kubu Raihan memilih untuk membagikan bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Selain itu, dalam situasi pandemi ini HMI kubu Raihan mengaku siap terjun sebagai sukarelawan bantuan Covid-19. 

"Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong semua pihak, agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemi. Oleh karena itu Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dengan tangan terbuka siap berkontribusi untuk membantu Pemerintah dalam menangani pandemi," ujar Raihan. 

Topik
Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI)dualisme kepengurusan hmiwebsite vaksinasi down
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru