Tingkat BOR Menurun, Sebaran Covid-19 di Kabupaten Malang Masih 100 Kasus Lebih per Hari

Aug 04, 2021 20:36
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.

MALANGTIMES - Tingkat bed occupation rate (BOR) di Kabupaten Malang tercatat menurun. Saat ini, tingkat BOR di Kabupaten Malang mencapai 89 persen, sedangkan untuk di tempat isolasi mencapai 79 persen. Namun begitu, hingga saat ini jumlah penyebaran Covid-19 masih fluktuatif. Ttentu, kondisi tetap perlu diwaspadai. 

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, penurunan BOR tersebut juga dikarenakan adanya penambahan tempat tidur (TT). Baik yang ada di ruang ICU Rumah Sakit (RS) atau pun yang berada di tempat isolasi terpusat (isoter) yang ada di setiap kecamatan. 

"Kalau kecenderungannya, jika dilihat dari jumlah BOR ini kan jumlahnya turun. Karena memang kan fluktuatif ya sebarannya. Apalagi sekarang untuk datanya dari NAR (New All Records). Dan tracingnya sekarang juga kita perbanyak. Tapi memang sebarannya fluktuatif," ujar Wahyu saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (4/8/2021).

Sedangkan untuk penurunan tingkat BOR menurut Wahyu juga dikarenakan adanya penambahan jumlah tempat tidur (TT) untuk merawat pasien Covid-19. Baik untuk di ruang ICU Rumah Sakit (RS) atau di tempat isolasi terpusat (isoter) yang ada di setiap kecamatan. 

"Karena kalau dulu BOR tinggi itu dari semua pasien baik yang OTG ataupun dengan gejala ringan langsung dibawa ke rumah sakit. Sekarang kan sudah kita pilah. Yang ringan atau OTG bisa kita arahkan menjalani isolasi di isoter," imbuh Wahyu. 

Hanya saja menurutnya, pengumpulan data dengan menggunakan NAR tersebut, secara tidak langsung membuat jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang menjadi meningkat. Artinya, akan banyak masyarakat yang terdeteksi positif Covid-19. Bahkan, ia menyebut, saat ini jumlah sebaran Covid-19 di Kabupaten Malang mencapai 100 hingga 200 kasus dalam sehari. 

"Karena kita kan NAR. Jadi sekarang untuk swab test, dengan swab antigen yang hasilnya positif, ya tercatat positif. Lalu kedua, masyarakat di Kabupaten Malang yang swab test di Jakarta atau Papua misalnya, kalau positif tercatatnya ya di Kabupaten Malang. Karena NAR kan memang begitu," terang mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini. 

Sementara terkait kebijakan PPKM di Kabupaten Malang, Wahyu menegaskan bahwa penetapan Kabupaten Malang menjadi level 4 itu dikarenakan masuk di dalam wilayah aglomerasi. Sebab dua daerah lain di Malang Raya yakni Kota Malang dan Kota Batu juga termasuk level 4. Dan pertimbangan itulah yang menurut Wahyu, di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 27 tahun 2021, Kabupaten Malang tertulis sebagai level 4. 

"Bukan Kabupaten Malang level 4, itu tidak seperti itu, tapi karena aglomerasi. Tadi juga disampaikan oleh Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), kalau dalam wilayah aglomerasi, dimana ada daerah lain mempunyai level yang lebih tinggi, kita akan menyesuaikan level itu. Ini tidak terjadi di Malang Raya saja, wilayah aglomerasi yang lain juga seperti itu. Kita level 3, tapi pertimbangannya, lebih baik Kabupaten Malang mengikuti level 4," tegas Wahyu. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, hingga saat ini jumlah masyarakat yang telah terkonfirmasi positif mencapai 9.925. Dengan tingkat kesembuhan sebanyak 6.527. Sedangkan untuk korban meninggal sebanyak 431 jiwa. Sementara itu, masih ada 751 orang yang menjalani perawatan dan 2.200 orang yang menjalani isolasi rumah.

Topik
Wahyu Hidayatbor kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru