Obat Herbal Dibagikan Gratis, Wakil Wali Kota Malang: Ini Penambah Imun

Aug 04, 2021 18:35
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat menunjukkan obat herbal Immune Support Axxatha. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat menunjukkan obat herbal Immune Support Axxatha. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Masa pandemi covid-19 di tanah air belum usai. Selama kurun waktu lebih dari satu tahun ini, masyarakat tanah air masih berkutat untuk terus mengoptimalkan kesehatan tubuh dengan menjaga imunitas diri agar terhindar dari covid-19.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat hingga mengonsumsi minuman vitamin maupun ramuan herbal untuk menambah kekebalan tubuh belakangan cukup diperhatikan. Hal ini pula yang menjadi perhatian khusus Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Di tengah situasi pandemi ini, rupanya sosok yang akrab disapa Bung Edi ini memiliki ramuan herbal untuk peningkat daya tahan tubuh. Obat herbal yang diberi nama Axxatha Herbal Supplement tersebut bahkan dibagikan kepada masyarakat luas secara gratis.

Bung Edi menceritakan, dia bersama timnya memulai produk herbal ini sejak 2020 lalu, tepatnya saat Ramadan. Ramuan herbal ini terbuat dari bahan daun pohon mandala, yang kemudian dilakukan proses destilasi sampai  uji lab sehingga  kini bisa dinikmati semua kalangan.

"Jadi, dilakukan proses destilasi. Tetesan embunnya ini yang dimanfaatkan untuk membuat ketahanan tubuh tetap terjaga. Sebagai immune support," ujarnya ditemui MalangTIMES, Rabu (4/8/2021).

Bung Edi menjelaskan, semula memang dirinya tidak percaya begitu saja lantaran di awal pandemi covid-19, banyak pula orang yang meracik ramuan herbal untuk imunitas tubuh.

Namun, ia secara diam-diam menguji khasiat yang ada di dalam pohon mandala melalui uji lab di Polkesma Malang. Setelahnya, diketahui ramuan yang dihasilkan dari pohon mandala tersebut memiliki beberapa kandungan yang memiliki sejumlah khasiat. Di antaranya ialah stearamide sebagai anti-kanker, urocaniac acid sebagai anti-alergi dan meningkatkan daya tahan tubuh, quercitinw dan reynoutrin sebagai penangkal covid-19, penghambat protese inhibitor in silico dan anti hepatitis.

"Setelah produk ini jadi, saya lab-kan (bawa ke laboratorium). Ternyata khasiatnya banyak dan sudah tertera di dalam kemasan," imbuhnya.

Sejak dikenal oleh masyarakat, obat herbal tersebut cukup menyita perhatian. Bahkan, sudah banyak masyarakat luar Kota Malang  yang mengonsumsinya. Menurut wawali, dibagikannya obat herbal itu secara gratis menjadi salah satu bentuk untuk menolong sesama.

“Saya dan tim niatnya untuk menolong sesama. Ini bagian ikhtiar kita untuk sembuh dari penyakit. Alhamdulilah, banyak yang cocok. Siapa pun yang membutuhkan, monggo, bisa datang ke saya, bisa diinformasikan ke saya, saya beri," kata Bung Edi.

Saat ini, produk tersebut setiap harinya diproduksi 250-350 botol denga beberapa kemasan. Politisi Golkar ini berharap, obat herbal yang diproduksinya tersebut bisa bermanfaat terhadap banyak orang. Tidak hanya warga Malang Raya, namun juga di seluruh Indonesia.

Cara mengonsumsinya juga mudah. Yakni, dengan diteteskan ke hidung maupun langsung dikonsumsi setelah makan dengan takaran satu sendok teh.

“Setiap harinya, saat ini kami bisa produksi sebanyak 250 sampai 350 botol per hari. Saya berharap, mudah-mudahan bisa membantu masyarakat. Kalau bisa tidak hanya di Malang, tapi secara nasional," pungkas Bung Edi.

 

Topik
suryo widodoWakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru