Rumah Ibadah Bergerak, Pertama di Dunia, Cara Lawan Covid di Kota Malang

Aug 04, 2021 11:10

MALANGTIMES – Terobosan baru ditemukan di Kota Malang untuk melawan pandemi covid yang makin menjadi-jadi di Indonesia. Cara ini dirasa sangat efektif karena melibatkan rumah ibadah dan masyarakat dalam membangun kesadaran untuk menghadapi covid yang sudah banyak memakan korban jiwa ini.  

Selama ini, rumah ibadah selalu menjadi sasaran tembak ketika ada kegiatan pemerintah dalam mengatasi covid. Masjid, gereja, pura, vihara, ataupun kleteng selalu diminta untuk dituttup. Sebab tempat-tempat ibadah ini dianggap sebagai salah satu pusat persebaran covid.  

Padahal, dengan sumberdaya yang dimiliki, kultur kuat, dan ikatan emosional yang lekat dengan masyarakat, tempat ibadah bisa menjadi subyek dalam mengatasi pandemi. Mulai dari membangun kesadaran masyarakat untuk menegakkan protokoler kesehatan (prokes), memberdayakan ekonomi warga, hingga mengatasi problem kesehatan warga sekitar tempat ibadah.  

Munculnya konsep memberdayakan masjid ini digawangi serta diinisiasi oleh beberapa aktivis sosial di Malang. Yakni mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) yang juga pengasuh Ponpes Baghrul Magfiroh Prof. Muhammad Bisri, Soetopo Dewanggo, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang Raya Sudarno, serta Direktur JatimTimes Lazuardi Firdaus.  

Gerakan memberdayakan masjid ini kemudian mendapatkan dukungan penuh dari Koordinator Lira Malang Raya Muhammad Zuhdy Achmadi, akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Zaenal Habib, CEO Tugu Jatim Irham Thoriq, dan pengusaha Agus Susanto.  

Tak hanya itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga sangat berharap agar program Rumah Ibadah Bergerak ini menjadi embrio dari perlawanan terhadap covid. Sutiaji juga menyatakan, Rumah Ibadah Bergerak (RIB) ini akan dijadikan program andalan oleh Pemkot Malang.  

Sebagai Langkah awal, pada Selasa (3/8/2021) sore lalu, program Rumah Ibadah Bergerak ini dimulai dari Masjid Al Fattah Ali di Jalan Panjaitan, Kota Malang. Tugas masjid ini nantinya adalah mengkoordinir sumbangan dari warga dan jamaah, mendata masyarakat yang terdampak covid, meningkatkan ekonomi warga sekitar masjid, memberikan penyelamatan pertama kepada warga yang terkena covid, serta mengedukasi warga soal covid dan membangun kesadaran dalam pencegahan penyebaran virus.  

Untuk memberikan rangsangan kepada rumah ibadah agar mau bergerak efektif dalam melawan covid, Masjid Al Fattah Ali mendapatkan sumbangan tabung oksigen lengkap dengan regulatornya dari pembaca JatimTimes, oximeter dan masker dari Nelly, masker dari Tugu Jatim, susu serta mi instan dari Lira, beras dari pengusaha Agus Susanto, telur dan probiotik.  

Diharapkan dengan adanya bantuan ini, warga sekitar masjid yang membutuhkan oksigen dan bantuan lainnya, bisa datang langsung ke rumah ibadah. Selain itu, nantinya para takmir masjid dan rumah ibadah lainnya akan dibekali juga dengan aplikasi. Sehingga rumah ibadah bisa memantau warganya secara detail dan benar. RRencananya, aplikasi rumah ibadah ini akan tersambung datanya dengan Pemkot Malang.  

Topik
Pandemi Covid 19greysia apriyaniRumah Ibadah Lawan Covid 19sumbangan 2t
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru