Pengusaha Properti di Malang Tipu Rekan Kerja, Ditangkap di Bandung

Aug 02, 2021 17:22
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto saat ungkap kasus penipuan dan penggelapan di Mapolresta Malang Kota, Senin (2/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto saat ungkap kasus penipuan dan penggelapan di Mapolresta Malang Kota, Senin (2/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengusaha properti asal Tangerang yang berdomisili di Kota Malang, yakni Pipin Arifin atau berinisial PA (34), ditetapkan sebagai tersangka karena telah menipu rekan kerjanya,  Muhammad Sahid atau dengan awal MS (48). Akibatnya, Sahid menderita kerugian mencapai Rp 1,25 miliar. 

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan oleh Pipin adalah mengajak kerja sama korban dalam suatu proyek pembangunan yang berlokasi di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. 

"Sehingga korban mentransfer Rp 1.250.000.000 sebanyak empat kali di wilayah Kota Malang," ungkapnya kepada MalangTIMES.com di sela-sela ungkap kasus penipuan dan penggelapan di Mapolresta Malang Kota, Senin (2/8/2021). 

Korban melakukan transfer  empat kali  karena juga ditawarkan keuntungan 50 persen. Transfer pertana dilakukan pada 22 Juni 2020 dengan  tiga kali transfer secara bertahap, yakni Rp 320 juta, Rp 180 juta, dan Rp 500 juta. Transfer keempat dilakukan pada 30 Juni 2020 sebesar Rp 250 juta. 

Awalnya, dari perkenalan dengan Sahid, Pipin mendirikan PT Sahid Mulia Amani yang bergerak dalam bidang properti. Untuk menjalankan PT tersebut menurut tersangka, butuh biaya Rp 5 miliar. 

Dikarenakan Sahid  yang menyediakan lahan, maka dia hanya diminta untuk menyetor Rp 1,25 miliar. Sedangkan Pipin berkewajiban menyediakan modal Rp 3,75 miliar. 

Setelah dana ditransfer oleh korban kepada tersangka, objek pembangunan properti yang telah dijanjikan tidak berwujud dan belum tercapai hingga saat ini. 

"Pada saat korban menghubungi tersangka,  tidak direspons dan tidak ada komunikasi sama sekali. Dicari, melarikan diri," ujar kapolres. 

Akhirnya, Sahid membuat laporan polisi tentang penipuan dan atau penggelapan yang dibuktikan dengan terbitnya laporan polisi dengan nomor: LP-B/164/II/RES.1.11/2021/RESKRIM/SPKT Polresta Malang Kota tanggal 02 Februari 2021.

Kemudian tim Resmob dan Jatanras Satreskrim Polresta Malang Kota melakukan pencarian terhadap tersangka yang melarikan diri dari Kota Malang. "Itu (diamankan, red) Minggu kemarin di wilayah Bandung. Dalam hal ini, penyidik sudah melakukan penahanan dengan alat bukti keterangan 5 saksi, alat bukti transfer dari korban, keterangan tersangka," terang Buher. 

Buher menyebutkan bahwa uang Rp 1,25 miliar tersebut digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan pribadi dan diberikan sebagai pinjaman kepada beberapa orang. Yakni untuk inisial AD (almarhum) sebesar Rp 800 juta dan untuk inisial LM sebesar Rp 10 juta. 

Kemudian uang yang disimpan di rekening tersangka sebesar Rp 340 juta, serta uang sebesar Rp 100 juta dipergunakan oleh tersangka untuk DP pembelian mobil BMW Type 320i. Selain itu setelah menerima uang Rp 1,25 miliar tersebut, tersangka juga sempat menuju hotel di Kota Batu untuk merayakan acara dengan beberapa rekanan. 

"Ini masih kami analisis aliran-aliran dana tersebut. Bisa juga kami kenakan TPPU (tindak pidana pencucian uang, red) kepada orang-orang yang menikmati hasil dari kejahatanan ini," ucapnya. 

Sementara itu, atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman empat tahun kurungan penjara.

Topik
Penyelewengan dana PKMKasus PenipuanPolresta MalangKapolres Malang Kota
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru