Kawula Muda Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Malang

Jul 31, 2021 18:20
Penyekatan oleh Satlantas Polres Malang sebelum di exit tol Singosari untuk mengurangi mobilitas warga (foto:Hendra Saputra/MalangTIMES)
Penyekatan oleh Satlantas Polres Malang sebelum di exit tol Singosari untuk mengurangi mobilitas warga (foto:Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Diakui atau tidak, mobilitas masyarakat Kabupaten Malang cukup tinggi. Hal itu juga yang membuat kasus positif covid-19 lebih didominasi oleh usia produktif yakni antara usia 20 hingga 44 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menyampaikan bahwa data tersebut diambil berdasarkan kasus positif Covid-19 terbaru. Dan diakuinya, persentase terbanyak adalah pada usia produktif. “Persentasenya 43 persen, untuk warga terpapar covid-19 mayoritas usia produktif, yakni usia 20 tahun sampai 44 tahun,” kata Arbani Mukti Wibowo kepada MalantTMES, Sabtu (31/7/2021).

Dijelaskan Arbani, tingginya angka terpapar positif covid-19 di usia produktif karena mobilitas masyarakat masih tinggi. Hal itulah yang membuat warga mudah terpapar. “Mobilitas (masyarakat) cukup tinggi, misalnya mereka harus keluar rumah untuk bekerja,” terang Arbani.

Sementara ini berdasarkan data dari Satgas covid-19 di Jawa Timur, tidak ada penambahan kasus. Di sisi lain, jumlah kasus aktif di Kabupaten Malang per Jum'at (30/7/2021) adalah sebanyak 3136 orang, dan terkonfirmasi Covid-19 mencapai 9.543 orang.

Untuk pasien sembuh juga mengalami penambahan sebanyak 441 orang, sehingga totalnya menjadi 5.992 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia bertambah menjadi 10 orang, dan saat ini menjadi 415 orang.

Dari situ, Arbani menyebut bahwa kematian di Kabupaten Malang justru orang yang tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Dan data terakhir mencatat, warga menjalani isolasi mandiri (isoman) sebanyak 2.171 orang.

Arbani juga mengaku bahwa saat ini pihaknya juga mengalami keterbatasan jumlah tenaga kesehatan untuk memantau warga yang menjalani isoman. Namun pihaknya telah membuat terobosan untuk memudahkan komunikasi antara pasien yang menjalani isoman dan tenaga kesehatan (nakes).

“Keterbatasan jumlah nakes dengan banyaknya warga isoman, kami membuat komunikasi melalui tele medical. Di sana pasien bisa menyampaikan keluhan yang dialami kepada nakes,” pungkasnya.

Topik
Arbani Mukti WibowoCovid 19Kabupaten Malangkawula muda
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru