Membanggakan, Pelajar MAN 2 Malang Raih Medali Perunggu Pada Olimpiade Tingkat Internasional

Jul 31, 2021 16:26
M ‘Anin Nabail ‘Azhiim, pelajar asal MAN 2 Malang sempat membanggakan Indonesia, maka mengikuti pembinaan daring (kanan bawah) (Ist)
M ‘Anin Nabail ‘Azhiim, pelajar asal MAN 2 Malang sempat membanggakan Indonesia, maka mengikuti pembinaan daring (kanan bawah) (Ist)

MALANGTIMES - M ‘Anin Nabail ‘Azhiim, pelajar MAN 2 Kota Malang sempat membanggakan Indonesia. Ia menjadi salah satu delegasi Indonesia dan berhasil meraih prestasi tingkat internasional dengan memperoleh medali perunggu pada ajang International Physics Olympiad (IPhO) 2021 yang dilaksanakan di Lithuania tanggal 17-24 Juli 2021, secara online.

M ‘Anin Nabail ‘Azhiim merupakan satu-satunya perwakilan pelajar dari Jawa Timur, khususnya Kota Malang yang menjadi satu dari lima peserta yang mengikuti IPhO 2021 di Lithuania. 

Dijelaskan M ‘Anin Nabail ‘Azhiim, jika awal ia bisa mengikuti ajang tersebut, adalah melalui Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2020 pada tingkat Kota, kemudian provinsi hingga nasional. 

Dari KSN tersebut, kemudian dipanggil 30 anak untuk mengikuti pelatihan tingkat nasional (Pelatnas). Dari 30 anak tersebut, kemudian yang hadir hanya 28 anak. Dari situ kemudian mengikuti pelatnas selama dua Minggu mulai November hingga Desember. 

Pada pelatnas tahap tahap satu, terseleksi 12 anak untuk maju pada pelatnas tahap 2. Pada tahap 2 ini, dari yang awalnya 28 anak kemudian terseleksi menjadi 12 anak.

"Dari 12 tersebut, ketambahan 2 anak yang merupakan alumni olimpiade fisika tahun lalu. Sehingga totalnya ada 14 anak," jelas pria kelahiran Madiun 1 November 2002 itu saat dihubungi MalangTIMES, (31/7/2021).

Setelah itu, berlanjut pada pelatnas tahap ketiga pada April hingga Mei. Di situ dilanjutkan dengan materi praktek offline yang dilakukan di Bogor, sedangkan untuk teori dilakukan secara online. Setelah itu, tersaring lima anak yang kemudian menjadi delegasi Indonesia pada IPhO 2021.

"Dua dari Jakarta, dari Banten dan saya sendiri dari Jawa Timur. Karena dulu waktu KSN masih di MAN 2 Kota Malang, sampai ke nasional masih dari MAN, tapi kalau untuk ke olimpiade sebagai Delegasi Indonesia. Tapi kalau sekarang saya baru lulus, dan kini sudah ospek di Universitas Indonesia (UI)," ungkap putra dari pasangan Suroto Zainal Muttaqin dan Istiqomah ini.

1

Untuk dukungan dari sekolah maupun pihak keluarga, dijelaskannya sangat mendukung penuh. Saat dalam masa pembinaan, pihak sekolah memberikan fasilitas pembina bahkan hingga dari luar sekolah. Begitu pun pihak keluarga, dikatakan Anin memberikan kebebasan kepada untuk mengembangkan bakat dan minatnya. "Pokoknya support luar biasa," terangnya.

Dalam IPhO 2021, seluruh peserta mengikuti Tes Fisika Eksperimen dan Fisika Teori. Setelah tes, hasilnya langsung dikoreksi dewan juri dan nilainya dimoderasi tim pembina. IPhO terdiri dari dua tahapan tes. Tes pertama adalah Fisika Eksperimen yang digelar pada Senin (19/7/2021). Tes kedua adalah Fisika Teori, yang digelar pada Rabu (21/7/2021). Masing-masing tes berlangsung selama lima jam dan digelar di SMA Kristen Penabur Bintaro Jaya. 

Topik soal eksperimen adalah tentang Kapasitor yang Tidak Linier dan Light Emitting Diodes (LED). Ditengarai, soal tes tahun ini memiliki topik yang cukup merata. Sebagaimana biasanya, Fisika Eksperimen hanya terdiri dari dua soal dengan total nilai 20 poin. 

Kedua soal tersebut dikerjakan dengan menggunakan satu alat eksperimen yang sama. Tujuan dari eksperimen pertama adalah untuk mempelajari kapasitor dengan stabilitas yang tinggi dibandingkan dengan densitas tinggi. Sedangkan eksperimen kedua bertujuan untuk mempelajari ketergantungan tegangan LED terhadap suhu dan arus listrik. 

Sementara itu, Fisika Teori terdiri dari tiga soal dengan total nilai 30 poin. Soal terdiri dari mekanika yang membahas Fisika Planet, Optik-Gelombang tentang Lensa Elektrostatik, Elektrodinamika, Termodinamika, dan Fisika Modern tentang Partikel dan Gelombang.
 
Setelah melewati koreksi dan moderasi, ditetapkan para pemenang. Terdapat 8 persen peserta terbaik yang berhak mendapatkan medali emas, 17 persen peserta di bawahnya memperoleh perak, 25 persen peserta berikutnya memperoleh perunggu, serta 17 persen terbaik berikutnya memperoleh Honorable Mention (HM). 

Topik
kawula mudaMAN 2 Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru