Cegah Peredaran Narkoba, BNN Kota Malang Lakukan Pengawasan Jasa Pengiriman Barang

Jul 31, 2021 15:41
Kasubbag Umum BNN Kota Malang Yudha Wirawan ketika ditemui awak media di sela-sela kegiatan pemusnahan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Kamis (29/7/2021). (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kasubbag Umum BNN Kota Malang Yudha Wirawan ketika ditemui awak media di sela-sela kegiatan pemusnahan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Kamis (29/7/2021). (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang terus melakukan upaya-upaya pengawasan terhadap perusahaan jasa pengiriman barang untuk mencegah masuknya peredaran narkoba di wilayah Kota Malang. 

Kepala BNN Kota Malang AKBP Agus Irianto melalui Kasubbag Umum BNN Kota Malang Yudha Wirawan mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, peredaran narkoba di Kota Malang masih terus berlangsung dan mengalami peningkatan hingga sembilan persen. 

"Selama pandemi, peredaran narkoba tetap ada. Malahan, agen-agen jasa pengiriman barang itu kita awasi," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (31/7/2021). 

Pria yang akrab disapa Yudha ini pun menuturkan bahwa dilakukannya pengawasan terhadap perusahaan jasa pengiriman barang karena dianggap oleh para pengedar merupakan jalur yang aman. 

"Mereka (pengedar narkoba, red) memanfaatkan situasi (pandemi Covid-19, red) melakukan pengiriman melalui jasa pengiriman barang karena dianggap lebih aman," terangnya. 

Terlebih lagi, di saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik mikro, darurat maupun level empat, fokus aparat saat ini membantu penanggulangan Covid-19.

Celah inilah yang dimanfaatkan oleh para pengedar narkoba untuk melangsungkan kegiatan jahatnya dengan mengirimkan paket narkoba melalui perusahaan jasa pengiriman barang. 

Hal itulah yang menjadi tidak terlalu berpengaruhnya penerapan PPKM untuk menekan angka peredaran narkoba di Kota Malang. Terlebih lagi, peredaran narkoba bukan melalui perorangan lagi, namun melalui jasa pengiriman barang. 

"Saat menggunakan jasa pengiriman barang kan kurang terpantau, karena termasuk jasa esensial juga," tuturnya. 

Kenaikan peredaran narkoba selama pandemi Covid-19 di Kota Malang tersebut dibuktikan dengan pemusnahan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. 

Di antaranya barang bukti jenis ganja sebanyak 22.459,82 gram dari 42 perkara. Kemudian barang bukti jenis sabu sebanyak 1.373,16 gram dari 98 perkara.

Lalu barang bukti jenis ekstasi atau inex sebanyak 566 butir dari tiga perkara. Selanjutnya barang bukti jenis pil koplo dan obat-obatan terlarang sebanyak 3.656.512 butir dari 11 perkara. Serta barang bukti jenis kosmetik palsu 40 dus dari dua perkara.

Topik
Peredaran Narkobaperedaran narkoba kota malangpengawasan jasa pengiriman barangpenertiban pasar kebalenKejari Kota MalangBNN Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru