UIN Malang Launching Museum Pendidikan Islam Pertama, Punya Koleksi Manuskrip dan Kitab Berusia 300 Tahun

Jul 31, 2021 12:02
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Zainuddin MA (tiga dari kiri) saat akan melaunching Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia (Ist)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Zainuddin MA (tiga dari kiri) saat akan melaunching Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia (Ist)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang), kini memiliki laboratorium dan museum baru. Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia tersebut bakal menambah sarana dan prasarana di UIN Maliki Malang dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kampus Ulul Albab ini.

Ketua Pengelola Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia, Yhadi Firdiansyah MPd, menjelaskan, museum ini di gagas oleh Dr H Agus Maimun, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia berisikan beberapa koleksi, diantaranya adalah berisi tokoh-tokoh pendidikan Islam dan pemikiran tokoh-tokoh tersebut.

Kemudian, berisikan hal-hal terkait pondok pesantren maupun madrasah, serta juga terdapat kitab-kitab atau karya-karya dari para Dosen UIN Maliki Malang.

Dalam mewujudkan Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia ini, tentunya tak serta-merta dan semudah membalikkan telapak tangan. Pendiriannya diawali dengan studi banding di salah satu museum di Lamongan yang bernama Museum Indonesian Islamic Art Museum.

2

Di sana, tim dari UIN Maliki Malang mengaku sejumlah potensi dan mempelajari konsep-konsep museum yang nantinya bisa diaplikasikan di UIN Maliki Malang. Kemudian pada 2019, tim mendapatkan hasil manuskrip pertama di salah satu pondok pesantren di Yogjakarta.

Dokumen manuskrip tersebut merupakan dokumen asli dan merupakan kitab yang berusia sekitar 300 tahun. Selain terus menggali dan mendapatkan hasil manuskrip pada tahun tersebut, tim juga terus melakukan perancangan konsep konsep mengenai museum dan laboratorium pada tahun yang sama. 

Kemudian pada tahun 2020, tim juga sempat berkonsultasi dengan salah satu Profesor dari UIN Jakarta, yang merupakan kolektor manuskrip. Di sana, tim UIN Maliki Malang belajar tentang bagaimana dalam pelacakan manuskrip atau dokumen-dokumen asli.

Dengan di launching Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia ini, merupakan satu upaya dalam perjuangan dan mewujudkan keinginan UIN Maliki Malang dapat memiliki museum, utamanya museum pendidikan terkait islam.

"Kami harapkan dukungan penuh dari bapak rektor maupun lainnya, baik secara moril maupun materil," paparnya.

Dr H Agus Maimun, Dekan FITK menjelaskan, jika museum ini digagas sejak tahun 2018 yang lalu. Saat itu, pada berbagai tempat, belum dijumpai terdapat Museum pendidikan Islam. Yang ada, saat itu hanya museum pendidikan. Dari situ kemudian tim berdiskusi dan sepakat untuk membangun museum.

"Nanti koleksi akan terus diupayakan ditambah dan dilengkapi, sehingga semakin banyak. Disini kita sudah punya display. Kita minta pak rektor juga kami harapkan memberikan space atau ruang untuk museum ini di kampus 3," bebernya.

Selain itu, dengan adanya museum ini, pihaknya juga berharap akan semakin menambah pilihan wisata, khususnya dalam hal wisata edukasi di kawasan Kota Batu.  Karena itu, pihaknya dan tim saat ini terus berupaya untuk melengkapi koleksi museum.

1

"Dengan adanya museum pendidikan Islam, kami harapkan ke anak cucu kita mengetahui bagaimana perjalanan proses pendidikan Islam khususnya di Indonesia, termasuk kampus kita nanti tentunya juga akan masuk museum. Bukan lembaga tapi pemikirannya," jelasnya.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Zainuddin MA, menjelaskan dalam sambutannya, jika hal ini merupakan hal yang luar biasa. Pihaknya berharap, apa yang digagas ini bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat, dan kian berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan.

"Mudah-mudahan ini bisa terwujud dan berkembang dengan baik sesuai dengan tujuan dan target yang ingin dicapai. Ini juga mengawali tugas pertama saya, melaunching museum. Semoga ini menjadi berkah bagi kita semua," ungkapnya.

Museum pendidikan Islam merupakan sesuatu yang besar yang harus direalisasikan, utamanya dalam hal kaitan Islam. Sebab, hal ini merupakan hal yang tepat, utama dalam memberikan informasi bermanfaat bagi generasi penerus untuk mengetahui masa lampau.

"Museum ini insyallah adalah satu-satunya di Indonesia. Oleh karena itu, ini hari di syiarkan," pungkasnya.

Topik
manuskrip kuno UINWisata EdukasiUIN Maliki MalangUIN MalangManuskrip Kunomanuskrip kuno UIN
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru